Sabtu, 21 Januari 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 20012012

Mengkafani Jenazah
 
(...lanjutan.)
Beberapa Hal yang Dianjurkan Ketika Mengkafani Jenazah
 
3.   Diolesi dengan minyak. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Hakim, dari Jabir ra., dimana ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kalian memberi wewangian pada mayat, hendaknya kalian memberinya tiga kali (olesan)". (HR. Hakim)
Abu Sa'id, Ibnu Umar dan Ibnu Abbas berwasiat agar tubuhnya nanti kalau meninggal dunia, diminyaki dengan kayu gaharu.
 
4.    Hendaknya kain kafan yang dipergunakan untuk mayat laki-laki tiga lapis, dan untuk perempuan lima lapis. Dalam hadits yang yang diriwayatkan secara bersamaan dari Aisyah ra. ia berkata, Rasulullah SAW dikafani dengan meng-gunakan tiga kain putih yang bersih dan baru, bukan berupa gamis dan bukan juga serban. (HR. Bukhari)
Imam Tirmidzi berkata, "Cara seperti ini merupakan cara yang paling banyak dilakukan oleh para ulama dan sahabat Rasulullah SAW".
Shufyan at-Thauri berkata, "Mayat lelaki dikafani dengan tiga kain. Jika di inginkan, juga diperbolehkan dengan satu gamis dan dua kain, atau tiga kain sekaligus. Jika hanya dengan satu baju, itupun sudah cukup, jika memang yang dimiliki hanya satu baju. Tapi jika dengan tiga baju, itu lebih disenangi". Pendapat seperti ini juga dinyatakan oleh Imam Syafi'i, Ahmad dan Ishak. Mereka juga berkata, "Untuk mayat perempuan, ia dikafani dengan lima kain".
 
            Dari Ummu Tahiyyah, bahwasanya Rasulullah SAW memungut  sarung, gamis, penutup kepala dan dua baju. Ibnu Mundzir berkata, "Sejauh yang saya ketahui, kebanyakan para ulama berpendapat bahwa mayat perempuan di kafani dengan lima kain".
                                                                                               
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 20012012

AMALAN YANG MENGANDUNG KEUTAMAAN
 
Bertakwalah kepada Allah sesungguhnya takwa itu mengandung semua kebaikan; berjihadlah sesungguhnya jihad itu merupakan ruhbaniyah muslimin; berzikirlah kepada Allah dan bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya hal itu merupakan nur (cahaya) bagimu di bumi, dan sebutan bagimu di langit; tahanlah lisanmu, kecuali untuk perkara yang baik dengan demikian berarti engkau mengalahkan setan.
(Riwayat Abu Ya'la melalui Abu Sa'id r.a)
 
Syarah/Penjelasan :
            Semua kebaikan itu tersimpul di dalam takwa kepada Allah SWT.; hanya takwalah yang yang dapat membawa seseorang kepada kebaikan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Istilah ruhbaniyyah telah dikenal sejak zaman dahulu yang pengertiannya identik dengan menyiksa diri sendiri karena pelakunya melarang dirinya kawin dan menikmati rezeki halal yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Akan tetapi, setelah Islam datang, maka ruhbaniyyah ini di hapus dan sebagai peng-gantinya ialah amal jihad di jalan Allah SWT.
Dzikrullaah dan membaca al-Qur'an dapat menyinari orang yang bersangkut-an hingga dalam langkah-langkahnya ia mendapat petunjuk. Suatu rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur'an di dalamnya, maka seperti kuburan, maksudnya gelap gulita tidak ada cahaya dan tidak ada petunjuk bagi penghuninya. Dan orang-orang yang gemar ber-dzikrullah serta membaca al-Qur'an menjadi buah bibir pujian para malaikat yang ada di langit. Barang siapa yang ingin selamat, hendaklah ia meme-lihara lisannya, kecuali untuk kebaikan karena berapa banyak orang yang dijerumus-kan kedalam neraka akibat lisannya yang tidak terjaga.
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 20012012

Orang yang Menyeret Pakaiannya
Karena Sombong
 
1361.  Bersumber dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang yang menyeret pakaiannya karena sombong, maka pada hari Kiamat (kelak) Allah tidak bakal memperhatikan mereka".
(Muslim VI : 147)
 
Ketika Seseorang Berjalan dengan Congkak
dan Mengagumi Dirinya Sendiri, Niscaya
Dia Akan Ditelan Bumi
 
1362.  Bersumber dari Abu Hurairah ra., dari Nabi SAW., beliau bersabda, "Ketika seseorang berjalan dengan mengagumi rambutnya dan pakaiannya, tiba-tiba dia ditelan bumi, sehingga dia berjungkir balik didalamnya sampai hari Kiamat tiba". (Muslim VI : 148)
 
Para Malaikat Tidak Mau Masuk ke Rumah
yang di Dalamnya Terdapat Anjing dan
Gambar (Utuh) Makhluk Hidup
 
1363.  Berasal dari Maimunah radhiyallahu anha, bahwa Rasulullah SAW pada suatu pagi tampak diam termenung, lalu Maimunah bertanya, "Ya Rasulullah, saya lihat seharian engkau termenung ?" Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Jibril telah berjanji kepadaku bahwa dia akan menemuiku, tetapi ternyata dia tidak jadi menemuiku. Demi Allah, dia tidak mungkin mengingkari janjinya kepadaku". Rasulullah SAW selalu gelisah seharian seperti itu, kemudian beliau melihat seekor anak anjing dibawah tempat tidur kami, lalu beliau menyuruh untuk mengeluarkannya. Sesudah dikeluarkan, beliau mengambil air, kemudian beliau percikkan pada tempat bekas anjing itu. Tatkala hari sudah sore, Jibril as menemui Rasulullah SAW kemudian beliau bertanya, "(Ya Jibril), engkau telah berjanji akan menemuiku tadi malam ?". Jibril menjawab, "Betul, tetapi kami tidak mau masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya terdapat anak anjing dan tidak (pula) gambar (utuh) makhluk hidup". Kemudian pada hari itu juga Rasulullah SAW memerintahkan agar membunuh semua anjing, sampai-sampai beliau memerintah mem-bunuh semua anjing penjaga kebun yang sempit dan beliau membiarkan anjing penjaga kebun yang luas. (Muslim VI : 156)
 
1364.  Berasal dari Abu Hurairah ra., ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Para malaikat tidak sudi masuk ke sebuah rumah yang di dalamnya terdapat berhala atau gambar (utuh) makhluk hidup' ". (Muslim VI : 164)
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Kamis, 19 Januari 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 19012012

Mengkafani Jenazah
 
(...lanjutan.)
Beberapa Hal yang Dianjurkan Ketika Mengkafani Jenazah
 
Dalam hal mengkafani mayat ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah :
 
1.     Kain yang dipergunakan untuk mengafani mayat adalah kain yang bagus, suci dan bisa menutupi semua badan mayat. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Tirmidzi, dari Qatadah bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Jika salah seorang dari kalian memegang urusan saudaranya, hendaklah ia memperbagus saat mengafaninya".
(HR. Ibnu Majah)
 
2.     Kain kafan hendaknya berwarna putih. Hal ini berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Kenakan pakaian dari baju yang kalian miliki yang berwarna putih, karena warna putih merupakan baju yang terbaik bagi kalian dan kafanilah orang yang meninggal dari kalian dengan-nya".
(HR. Tirmidzi)
 
                                                                                                (berlanjut...............)
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 19012012

AMALAN YANG DAPAT MENGUBAH KESENGSARAAN
MENJADI KEBAHAGIAAN
 
Sedekah yang diberikan kepada yang berhak menerimanya, berbuat amar ma'ruf, berbakti kepada kedua orang tua, dan bersilaturahmi, kesemuanya itu dapat mengubah kesengsaraan menjadi kebahagiaan, dan dapat menambah umur serta dapat memelihara diri dari keburukan yang membinasakan.
(Riwayat Abu Naim)
 
Syarah/Penjelasan :
            Amal perbuatan yang dapat mengubah keadaan seseorang yang tadinya sengsara menjadi bahagia, dan dapat menambahkan umurnya, serta dapat menangkal kejahatan yang datang secara tiba-tiba ialah :
  1. Memberikan sedekah kepada orang-orang yang berhak menerimanya, karena bersdekah adalah perbuatan yang sangat mulia. Orang yang bersedekah adalah orang yang tidak kikir, dia mau menyisihkan sebagian hartanya untuk orang lain. Bersedekah harus dengan hati yang ikhlas, tanpa keikhlasan sedekah kita hanya akan sia-sia.
  2. Berbuat kebajikan kepada orang lain (melakukan amar ma'ruf), berbuat baik berarti melakukan amal-amal shaleh seperti menolong, membantu dll. Dalam kehidupan sehari-hari sudah selayaknya antara muslim yang satu dengan yang lainnya saling tolong-menolong, karena antar muslim adalah saudara, apabila satu muslim sakit maka muslim yang lainnya pun merasakan sakit.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua, hal ini merupakan kewajiban setiap anak kepada orang yang sudah melahirkan dan merawatnya dari kecil hingga dia dewasa. Pengorbanan yang sudah dilakukan orang tua tidak akan bisa dibayar oleh anaknya, satu-satunya jalan untuk membalasnya adalah dengan berbakti kepadanya.
  4. Bersilaturahmi kepada orang-orang yang memutuskannya, hal ini dilakukan agar silaturahmi tetap terjaga, ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga tali silaturahmi. Allah sangat membenci orang yang memutuskan tali silaturahmi.
 
INDEKS Hadits & Syarah®