Sabtu, 31 Maret 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 30032012

Puasa Ramadhan
 
Keutamaan Bulan Ramadhan
( .....lanjutan.........................
 
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda,
 
"Shalat lima waktu, Jum'at ke Jum'at, dan Ramadhan ke  Ramadhan, semua-nya dapat menghapus dosa-dosa di antara masa-masa tersebut selama dosa-dosa besar di jauhi"
(HR. Muslim)
 
            Dari Abu Sa'id al-Khudri ra, bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, mengetahui batasan-batasannya dan menjaga diri dari apa-apa yang selayaknya dia menjaga diri darinya, maka (puasanya) dapat menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya".
(HR. Ahmad dan Baihaki). Baihaki menyatakan sanad hadits ini baik.
 
            Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka dosa-dosanya yang terdahulu diampuni".
(HR. Bukhari dan Muslim)
 
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 30032012

TIGA MACAM PERBUATAN ANIAYA
 
Perbuatan aniaya ada tiga macam, yaitu perbuatan aniaya yang tidak diampuni oleh Allah, perbautan aniaya yang diampuni oleh-Nya, dan perbuatan aniaya yang tidak dibiarkan oleh-Nya (sebelum diputuskan). Perbuatan aniaya yang tidak diampuni oleh-Nya adalah menyekutukan Allah; sehubungan dengan hal ini Allah Allah telah befirman : "Sesungguhnya perbuatan menyekutukan itu benar-benar perbuatan aniaya yang besar". Perbuatan aniaya yang diampuni oleh-Nya ialah perbuatan aniaya hamba-hamba Allah terhadap dirinya sendiri yang berkaitan dengan masalah antara mereka dengan Rabb mereka. Adapun mengenai perbuatan aniaya yang tidak dibiarkan begitu saja oleh-Nya ialah perbuatan aniaya yang dilakukan oleh hamba-hamba Allah diantara sesamanya, hingga sebagian diantara mereka membalaskan perbuatan aniaya sebagian yang lain.
(Riwayat  ath-Thayalisi melalui Anas r.a)
 
Syarah/Penjelasan :
            Dosa itu ada tiga macam, yaitu dosa yang tidak diampuni oleh Allah, dosa yang diampuni jika Dia menghendakinya, dan dosa yang tidak dibiarkan begitu saja. Dosa yang tidak diampuni oleh Allah SWT., ialah perbuatan syirik atau mempersekutukan Allah. Allah SWT., telah berfirman :
 
"Sesungguhnya Allah tidak (akan) mengampuni dosa syirik, dan dia meng-ampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya".
(QS. An-Nisa [4] : 116)
 
Dosa yang diampuni oleh Allah SWT ialah, dosa yang menyangkut hak Allah. Adapun mengenai dosa yang yang tidak dibiarkan begitu saja ialah dosa-dosa yang berkaitan dengan hak anak Adam, kecuali jika pihak yang teraniaya atau pihak yang dirugikan memaafkan pelakunya. Apabila pihak yang teraniaya tidak memaafkan, kelak dihari kiamat Allah SWT yang akan membalaskan, yaitu dengan cara mengambil kebaikan-kebaikan yang ada pada pihak penganiaya, lalu diberikan kepada pihak teraniaya sesuai dengan perbuatan zalimnya. Akan tetapi, jika pihak penganiaya tidak mempunyai amal kebaikan, maka amal keburukan pihak teraniaya diambil, lalu ditimpakan kepada pihak penganiaya sesuai dengan perbuatan zalimnya.
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Jumat, 30 Maret 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 30032012

Memakai  Wangi-wangian  Bagi
yang Hendak Berihram
 
653.    Bersumber dari Aisyah radhiyallahu anha., isteri Nabi SAW,. Ia menyampaikan, "Aku pernah menyemprotkan minyak wangi ke tubuh Rasulullah SAW ketika beliau hendak melakukan ihram, dan juga untuk tahallulnya sebelum beliau melakukan thawaf di sekeliling Ka'bah".
(Muslim IV : 10)
 
654.    Bersumber dari Aisyah radhiyallahu anha., ia berkata,  "Sepertinya aku melihat kemilaunya minyak wangi dari kepala Rasulullah SAW saat beliau tengah mengerjakan ihram".
            (Muslim IV : 12)
 
Ringkasan Shahih Muslim®
 

Kamis, 29 Maret 2012

Pembacaan Hadits B'a'da Isya 29032012

Puasa Ramadhan
 
Keutamaan Bulan Ramadhan
 
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda ketika datang bulan Ramadhan,
 
"Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan kalian berpuasa. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Dibulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalang untuk mendapatkan kebaikan didalamnya, sungguh dia telah terhalang (untuk mendapat kebaikan)".
(HR. Ahmad, Nasa'i dan Baihaki)
 
            Arfajah berkata, aku berada ditempat Utbah bin Farqad. Dia sedang mem-bicarakan tentang Ramadhan. Arfajah mengatakan, saat itu ada seorang laki-laki yang masuk. Begitu melihatnya, Utbah merasa segan terhadapnya dan hanya diam. Dia berkata, ceritakan tentang Ramadhan. Orang itu berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda mengenai Ramadhan,
 
            "(Dibulan Ramadhan) pintu-pintu neraka ditutup, pintu-pintu surga dibuka, dan setan-setan dibelenggu". Beliau melanjutkan, "Pada bulan ini malaikat menyeru, wahai pendamba kebaikan, bergembiralah. Wahai pendamba keburukan, berhenti-lah. Malaikat menyerukan kata-kata itu hingga bulan Ramadhan berakhir"
(HR. Ahmad), Nasa'i yang menyatakan  sanadnya baik.
 
(berlanjut..........................                     
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 29032012

KEMUJARABAN DOA ORANG YANG TERANIAYA
 
Takutlah engkau terhadap doa orang yang teraniaya karena sesungguhnya antara doa orang yang teraniaya dengan Allah tidak ada sesuatupun yang menghalanginya.
(Riwayat  Turmudzi)
 
Syarah/Penjelasan :
            Makna yang dimaksud dengan Hijaabun ialah antara doa orang yang teraniaya dengan Allah tiada suatu penghalang pun yang menghambat untuk sampai kepada-Nya. Atau dengan kata lain, doa orang yang teraniaya itu dikabulkan oelh Allah SWT. Hadits ini mengandung makna peringatankeras agar kita tidak berbuat aniaya terhadap orang lain karena sesungguhnya perbuatan aniaya itu merupakan hal yang dilarang. Hal yang dilarang hukumnya haram. Allah SWT selalu berada dipihak orang yang teraniaya; barangsiapa teraniaya lalu ia berdoa kepada Allah, niscaya doanya diperkenankan-Nya. Firman-Nya :
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
(QS. Al-Baqarah [2] : 186)
 
INDEKS Hadits & Syarah®