Kamis, 10 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 09112011


Melempar Jamrah Aqabah dari Atas Kendaraan
 
 
724.    Bersumber dari Jabir ra menyatakan bahwa ia melihat Nabi SAW melempar jamrah dari atas kendaraan beliau pada hari sembelihan. Beliau bersabda, "Lakukanlah ibadah (haji) kalian ! Karena aku tidak tahu, barangkali aku tidak berhaji lagi sesudah haji yang ini".
(Muslim 4/79)
 
 
Ukuran Kerikil Jamrah
 
725.    Bersumber dari Jabir bin Abdullah ra mengatakan bahwa ia melihat Nabi SAW melempar jamrah dengan kerikil seukuran kerikil katapel.
            (Muslim 4/80)
 
 
Waktu Pelemparan Jamrah
 
726.    Bersumber dari Jabir bin Abdullah ra mengatakan bahwa Rasulullah SAW melempar jamrah di hari sembelihan pada waktu Dhuha (setelah matahari meninggi sedikit hingga masuk waktu Zuhur). Adapun setelah itu, maka waktu pelemparannya setelah matahari condong ke barat.
            (Muslim 4/80)
 
 
Melempar Jamrah Dengan Hitungan Ganjil
 
727.    Bersumber dari Jabir ra menyatakan bahwa Rasulullah SAW  bersabda, "Melempar Jamrah itu hitungannya ganjil, Sa'i antara Shafa dan Marwah hitungannya juga ganjil, dan thawaf pun hitungannya ganjil. Apabila salah seorang dari kamu melempar jamrah, maka lakukanlah dengan hitungan ganjil".
            (Muslim 4/80)
 
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Senin, 31 Oktober 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 29102011


KEPENTINGAN DUNIAWI DAN UKHRAWI
MENUNTUT PERLAKUAN ADIL
 
Bukanlah orang yang terbaik diantara kalian, seseorang yang mengabaikan urusan duniawinya demi urusan akhiratnya dan bukan pula seseorang yang mengabaikan urusan akhiratnya demi urusan duniawinya sehingga ia mendapatkan keduanya secara bersamaan. Sesungguhnya dunia itu merupakan sarana atau jalan untuk menuju ke akhirat, dan jangan sekali-kali kalian menjadi beban bagi orang lain.  (Riwayat Ibnu Asakir melalui Anas r.a)
 
Syarah/Penjelasan :
            Dunia adalah ladang untuk meraih pahala akhirat. Apa yang kita semai itulah yang dituai kelak. Jika engkau menabur angin tentu akan menuai badai. Bila kebaikan yang ditanam tentu pahala yang engkau raih. Untuk meraih akhirat  jangan dunia engkau tinggalkan, apalagi kalau engkau menjadi beban orang lain. Allah SWT, telah berfirman :
            "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebaha-giaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sbagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan".         (QS. Al-Qashash [28] : 77)
            Dari ayat di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa harus ada keseim-bangan antara mengurusi urusan dunia dan urusan akhirat. Ketika kita mengurusi urusan dunia, maka urusan akhirat jangan ditinggalkan karena dengan melakukan urusan akhirat berarti kita sedang mempersiapkan bekal untuk kehidupan kekal nanti. Begitupun sebaliknya ketika kita mengurusi kehidupan akhirat maka urusan duniapun jangan kita tinggalkan, karena kenikmatan-kenikmatan dunia juga terlalu sayang untuk kita lewatkan.
 
 
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Sabtu, 29 Oktober 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 29102011


Berangkat Lebih Awal dari Muzdalifah
 bagi Orang-orang yang Lemah
 
 
719.    Bersumber dari Ibnu Abbas ra, berkata : "Rasulullah SAW mengutusku dalam rombongan orang-orang yang lemah !. Untuk berangkat dari Muzdalifah pada malam hari mendahului para jamaah".
(Muslim 4/77)
 
 
720.    Bersumber dari Salim bin Abdullah mengatakan bahwa Abdullah bin Umar ra, memberangkatkan kelompoknya  yang lemah-lemah lebih awal dari jamaah yang lain. Lalu, mereka berhenti di Masy'aril Haram di Muzdalifah pada malam hari. Mereka berzikir kepada Allah menurut kemampuan mereka, lalu mereka berangkat sebelum imam berhenti dan sebelum imam berangkat. Sebagian mereka ada yang mendahului aku untuk shalat Shubuh dan sebagian yang lain ada yang datang sesudah itu. Setelah mereka datang maka mereka melempar jumrah. Ibnu Umar mengatakan : "Rasulllah SAW memberikan keringanan kepada mereka"
            (Muslim 4/78)
 
 
 

 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 28102011


Shalat Shubuh Pada Akhir Malam (Sebelum Waktunya)
 di Muzdalifah
 
 
716.    Bersumber dari Abdullah bin Mas'ud ra berkata, "Aku tidak melihat Rasulullah SAW melakukan shalat melainkan pada waktunya, kecuali Shalat Maghrib dan Isya' dengan jamak, dan Shalat Shubuh pada hari tersebut (ketika ber-malam di Muzdalifah) sebelum waktunya".
(Muslim 4/76)
 
 
 
Berangkat Pada Malam Hari Mendahului Para Jamaah
 bagi Wanita yang Lemah
 
717.    Bersumber dari dari 'Aisyah ra., berkata, "Saudah minta izin kepada Rasulullah SAW di malam Muzdalifah untuk berangkat mendahului beliau dan mendahului rombongan orang banyak (Saudah adalah wanita yang lemah). Maka, Rasulullah mengizinkan Saudah, lalu Saudah keluar mendahului keberangkatan Rasulullah. Sedangkan, kami tetap bertahan sampai pagi, lalu kami berangkat bersama keberangkatan Rasulullah. Seandainya aku minta izin kapada Rasulullah SAW, sebagaimana Saudah lalu aku berangkat dengan izin beliau, adalah lebih aku senangi daripada aku berangkat bersama beliau".
            (Muslim 4/76)
 
 
 
Berangkat Lebih Awal dari Muzdalifah Bagi Wanita
 
718.    Bersumber dari Abdullah, budak Asma', ia berkata : "Asma' bertanya kepada-ku ketika ketika dia berada di penginapan Muzdalifah, 'Apakah bulan telah hilang ?'. Aku menjawab, 'Belum'. Asma' kemudian shalat sejenak, lalu bertanya lagi, 'Hai anakku ! 'Apakah bulan telah hilang ?' Aku menjawab, 'Sudah'. Kata Asma', 'Ayo berangkat denganku !'. Kamipun berangkat hingga Asma' melempar Jumrah. Kemudian Asma' shalat di tempatnya, lalu aku katakan kepadanya, 'Aduh, kita terlalu awal, masih belum pagi'. Asma' menjawab, 'Anakku, jangan begitu !. Sesungguhnya Nabi SAW mengizinkan kepada para wanita (untuk berangkat lebih awal)' ".
            (Muslim 4/77)
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Jumat, 28 Oktober 2011

Pmbacaan Hadits Ba'da Maghrib 27102011


YANG  KEKAL  HANYALAH  AMALAN
 
Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a katanya : Rasulullah SAW bersabda : Tiga perkara yang akan mengikuti mayat dan dua darinya akan pulang. Hanya satu saja  yang akan bersamanya dalam kubur. Perkara tersebut ialah : kaum kerabat, harta benda dan amalannya. Semua kaum kerabat dan harta bendanya akan pulang, manakala yang kekal bersamanya ialah amalannya.  (HR. Bukhari)
Syarah/Penjelasan :
            Dari tiga perkara yaitu : kaum kerabat, harta benda dan amalan. Dua diantaranya yaitu kaum kerabat dan harta benda akan ditinggal sewaktu seorang manusia meninggal dunia. Sedangkan yang akan dia bawa hanya amal perbuatan dia sewaktu dia hidup, apakah itu perbuatan baik ataupun perbuatan buruk. Banyak diantara manusia yang tidak menyadari seperti hal tersebut diatas. Dia hanya sibuk menumpuk harta kekayaannya, setiap hari yang dia pikirkan bagaimana mendapatkan harta sebanyak mungkin. Sehingga dia lupa untuk berbuat bak, selain itu dia sangat mementingkan keluarganya, memang mementingkan keluarga adalah hal yang baik. Tapi ketika kepentingan keluarga lebih diutamakan sehingga membuat dia berbuat hal-hal yang buruk, ini yang salah. Harta dan keluarga tidak akan bisa menemani manusia, ketika manusia meninggal dunia. Hanya amal perbuatan yang menemani. Untuk itu hendaklah seorang Muslim lebih mengu-tamakan untuk melakukan amal-amal shaleh agar mendapatkan surga yang penuh kenikmatan.
            "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan".  (QS. Lukman [31] : 8)
 
 
INDEKS Hadits & Syarah®