Kamis, 08 Desember 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 08122011


LEMAH LEMBUT BAGIAN DARI AKHLAK YANG MULIA
 
Tiada suatu sikap lemah lembut pun dalam sesuatu hal kecuali sifat lemah-lembut itu menghiasinya, dan tidak sekali-kali sikap ini dicabut dari sesuatu melainkan hal ini akan memburukkannya.
(Riwayat adh-Dhiya melalui Anas r.a)
           
Syarah/Penjelasan :
            Sikap lemah-lembut dan tidak tergesa-gesa. Sikap ini merupakan salah satu dari akhlak yang mulia disisi Allah. Oleh karena itu dalam hadits ini dikatakan bahwa siapa pun yang menyandangnya, maka sikap ini menjadi perhiasan baginya. Atau dengan kata lain, sikap ini akan membuatnya tampak anggun dan berwibawa dihadapan manusia. Dengan tindakan lemah lembut orang-orang disekitar kita pasti akan senang, orang yang lemah lembut tidak pernah berkata kasar kepada orang lain apalagi sampai menghina orang lain. Dia selalu berkata yang sopan, tidak pernah berbicara dengan nada yang keras.
            Sikap lemah lembut hanya tidak boleh ditunjukkan dalam menghadapi kewajiban-kewajiban yang dianjurkan atau diperintahkan oleh Allah, dalam hal ini kita harus mengerjakan perintah tersebut dengan segera, jangan menunda-nunda apalagi mengabaikannya. Seperti apabila telah masuk waktunya shalat segeralah laksanakan, sesibuk apapun kita. Salah satu tanda orang yang melalaikan shalat adalah menunda-nunda untuk melaksanakan shalat.
 
           
INDEKS Hadits & Syarah®
 
 

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 08122011


Aparat  Pemerintah yang Mempersulit
Atau yang Mempermudah
 
 
1208.  Dikisahkan dari Abdurrahman bin Syimasah, ia bercerita, "Saya pernah datang ke rumah 'Aisyah radhiyallahu anha untuk menanyakan sesuatu. Lalu 'Aisyah bertanya, 'Kamu dari kaum apa ?'.Lalu saya menjawab, 'Saya dari penduduk Mesir'. Dia bertanya (lagi), 'Bagaimana pendapatmu tentang Muhammad bin Abu Bakar yang diperangi kaummu ?'. Saya menjawab, 'Kami sama sekali tidak membencinya; jika diantara kami ada orang yang ontanya mati, maka Muhammad bin Abu Bakar memberinya onta; jika ada orang yang budaknya meninggal dunia, maka Muhammad bin Abu Bakar memberinya budak; dan jika ada orang yang membutuhkan bantuan nafkah, maka Muhammad bin Abu Bakar membantunya memberi nafkah'. Kemudian 'Aisyah radhiyallahu anha mengatakan, 'Apa yang telah dilakukan Muhammad bin Abu Bakar, saudaraku, tidak bisa menghalangiku untuk menyampaikan apa yang pernah saya dengar dari Rasulullah SAW, beliau pernah memanjatkan do'a dirumahku ini, 'Ya Allah, barangsiapa memegang jabatan dalam urusan umatku lalu dia mempersulit mereka, maka persulitlah dia, dan barangsiapa memegang jabatan dalam urusan umatku lalu dia memberikan pertolongan kepada mereka, maka tolonglah dia !'".
            (Muslim VI : 7)
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 07122011

Beberapa Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Meruqyah
 
 
3.    Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Muhammad bin Salim, ia berkata, Tsbait Banai berkata, 'Wahai Muhammad, apabila kamu merasa sakit di tubuhmu, maka letakkanlah tanganmu di bagian yang kamu rasakan sakit, kemudian bacalah' :
"Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung dengan kemuliaan Allah dan kekuasaan-Nya dari buruknya apa yang aku rasakan di tubuhku dan rasa sakit ini".
Kemudian angkatlah tanganmu dan ulangi lagi hingga sampai pada hitungan ganjil. Sesunggunya Anas bin Malik berkata, bahwasanya Rasulullah memerintahkan hal tersebut.
(HR. Tirmidzi)
 
Fiqih Sunnah®

Rabu, 07 Desember 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 07122011


Dilarang  Berambisi  Merebut  Kursi
dalam  Pemerintahan
 
 
1202.  Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Samurah ra, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku, 'Wahai Abdurrahman, janganlah kamu minta jabatan dalam pemerintahan; karena jika kamu diberi jabatan melalui permintaanmu maka bebanmu sungguh berat, tetapi jika kamu diberi jabatan tanpa kamu minta maka kamu akan dibantu oleh orang banyak'"
            (Muslim VI : 5)
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 06122011


 
Beberapa Doa yang Diajarkan Rasulullah untuk Meruqyah
 
 
1.    Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari 'Aisyah radhiyallahu anha, bahwasaya Rasulullah pernah membacakan doa untuk sebagian keluarganya dan mengusap bagian tubuh mereka yang sakit dengan tangan kanan beliau. Beliau mengucapkan, "Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkan kepedihan. Berilah kesem-buhan padanya. Engkaulah Dzat yang menyembuhkan, dan tidak ada penyembuhan (selain dari-Mu), kesembuhan yang tidak diiringi penyakit (lain)".
(HR. Bukhari)
 
2.    Imam Muslim meriwayatkan dari Utsman bin Abu 'Ash, bahwasanya ia pernah mengadukan rasa sakit yang dideritanya kepada Rasulullah SAW ... Lantas Rasulullah berkata kepadanya, "Letakkan tanganmu dibagian tubuh yang kamu rasakan sakit, lalu ucapkan 'Bismillah' dan ucapkan sebanyak tujuh kali kalimat berikut :  'Aku berlindung dengan kemuliaan dan kekuasaan Allah dari keburukan yang aku takuti dan jauhi'. Lantas aku mengucapkan sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah untuk beberapa kali. Setelah itu, aku tidak merasakan sesuatu yang ada pada diriku. Untuk itu, aku selalu meminta kepada keluargaku dan orang lain agar membaca doa ini".
(HR. Muslim)
 
 
 
Fiqih Sunnah®