Senin, 05 November 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 01112012

Menyalati Jenazah
 
( lanjutan ..................................
Waktu Membaca Doa untuk Jenazah
         
Syaukani berkata, "Tidak ada waktu khusus yang menjelaskan tentang bacaan doa bagi mayat. Bagi orang yang melaksanakan shalat jenazah, ia diperbolehkan untuk membaca doa sesuai dengan keinginannya, baik setelah salam, setelah takbir pertama, takbir kedua ataupun takbir ketiga. Ia juga diperbolehkan membaca doa disela-sela di antara takbir. Atau setiap takbir, ia membaca semua doa sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW".
 
Lebih lanjut Syaukani berkata, "Bahwasanya orang yang melaksanakan shalat jenazah hendaknya ia membaca doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW., baik mayatnya lelaki maupun perempuan, dengan tanpa merubah dhamir (kata ganti) kedalam bentuk muannats (perempuan) atau mudzakkar (lelaki) karena pada dasarnya dhamir tersebut kembali pada kata 'al-Mayyit'"
 
( berlanjut ..................................
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 01112012

Mengucapkan Kalimat Tasbih, Takbir dan Tahmid
Seusai Shalat
 
314.    Bersumber dari Abu Hurairah ra dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa mensucikan Allah (dengan mengucapkan, 'SUBHAANALLAAH') tiga puluh tiga kali; memuji Allah (dengan mengucapkan, 'AL-HAMDULILLAAH') tiga puluh tiga kali; dan mengagungkan Allah (dengan mengucapkan, 'ALLAAHU AKBAR') tiga puluh tiga kali setiap usai shalat, itu semua sembilan puluh sembilan, dan melengkapi seratus dengan mengucapkan, 'LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU  LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA  'ALAA KULLI SYAI'IN  QADIR, niscaya diampunilah dosa-dosanya, meski sebanyak buih di samudera".
(Muslim II : 98)
 
Meninggalkan Shalat dari Kanan dan Kiri
 
315.    Bersumber dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia menyampaikan, "Janganlah seorang di antara kalian memberi peluang kepada syetan untuk menggodanya, semestinya ia beranggapan tidak boleh meninggalkan shalatnya melainkan dari arah kanannya. Itu lebih sering (daripada) yang aku lihat Rasulullah SAW meninggalkan shalatnya dari arah kirinya". 
(Muslim II : 153)
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 31102012

HARAMNYA KEZHALIMAN DAN PERINTAH
UNTUK MENGEMBALIKAN HAK-HAK
ORANG YANG TERZHALIMI
 
( lanjutan ...................................     
Kesimpulannya, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi peringatan tentang Dajjal dengan peringatan yang sangat keras, dan beliau mengabarkan bahwa Dajjal Al-Akbar akan keluar pada akhir zaman, dia akan menetap di bumi selama empat puluh hari saja, tetapi hari pertamanya itu seperti satu tahun (dua belas bulan). Matahari tetap di pertengahan langit selama enam bulan, dari timur ke barat, dia tidak tenggelam pada masa yang panjang ini, dia tenggelam dan keadaan menjadi malam selama enam bulan, ini adalah hari pertama. Hari keduanya seperti satu bulan, dan hari ketiganya seperti satu Jum'at dan hari-hari yang lainnya seperti hari biasanya ada tujuh hari, dan tiga puluh harinya seperti hari-hari biasa.
 
Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menceritakan hadits ini kepada para sahabat, mereka tidak dapat membayangkan bagaimana matahari bisa bertahan selama satu tahun penuh tidak berputar di atas bumi, sedangkan dia berputas di atas bumi setiap 24 jam, kekuasaan Allah melampaui itu semua, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Para sahabat biasanya tidak bertanya tentang permasalahan alam semesta dan takdir, karena mereka semua mengetahui takdir Allah Ta'ala, tetapi mereka bertanya tentang perkara-perkara yang menjadi perhatian mereka yaitu berupa perkara-perkara syar'i, ketika beliau menceritakan kepada mereka bahwa satu hari itu seperti setahun, mereka berkata, "Ya Rasulullah, satu hari seperti setahun, apakah kami cukup melaksanakan satu shalat (shalat sehari dalam hitungan 24 jam) beliau menjawab, "Tidak, tapi disesuaikan dengan kadarnya"[78]. Yakni perkirakan antara dua shalat dan shalatlah. Misal, jika telah terlihat waktu Shubuh, maka kita laksanakan shalat Shubuh, jika telah habis waktu antara Shubuh dan tergelincirnya matahari, maka kita laksanakan shalat Zhuhur, walaupun matahari masih berada di awal timur, karena matahari tetap pada kedudukannya selama enam bulan, maka kita perkirakan shalat selama itu. Jadi, kita shalat pada hari pertama (kemunculan Dajjal) dengan shalat selama setahun, dan berpuasa sebulan dan kita perkirakan masanya, demikian juga zakat, bisa jadi sebagian orang membuat teka-teki. "Harta yang belum terlewat baginya kecuali sehari, maka wajib zakat" (yakni pada masa munculnya Dajjal). Begitu juga pada hari kedua, kita perkirakan shalat selama satu bulan, hari ketiga dengan satu minggu dan setelah itu kembali seperti hari-hari biasa. Dan pada ilham Allah yang diberikan kepada sahabat agar mereka menanyakan permasalahan ini sebagai pelajaran, karena sekarang ini ditemukan di utara dan selatan bumi, dimana matahari terbenam selama enam bulan, dan terbit selama enam bulan, jika tidak ada hadits ini, mungkin orang-orang akan mendapat kesulitan, bagaimana mereka harus shalat, bagaimana mereka berpuasa. Akan tetapi, sekarang kita bisa merealisasikan hadits ini dalam kondisi mereka yang seperti itu, kita katakan, "Bagi mereka yang mataharinya hanya ada selama enam bulan sekali, maka mereka harus memperkirakan waktu shalatnya, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam kepada para sahabat pada hari-hari munculnya Dajjal.
m
 
[78].        Telah ditahrij sebelumnya.
 
( berlanjut ......................................
SyarahRiyadhus Shalihin®

Minggu, 04 November 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 31102012

Menyalati Jenazah
 
( lanjutan ..................................
Lafal Doa yang Dibaca untuk Mayat
         
Lafal doa apapun yang ditujukan kepada mayat dipebolehkan. Meskipun demikian, kita dianjurkan untuk mengikuti doa yang diajarkan Rasulullah SAW., diantaranya adalah :
 
     Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, Rasulullah SAW., melaksanakan shalat jenazah, membaca doa,
 
       "Ya Allah ampunilah orang yang masih hidup dan yang sudah meninggal, di antara kami, orang yang kecil dan yang besar di antara kami, yang lelaki dan yang perempuan di antara kami, yang hadir yang tidak hadir. Ya Allah, siapapun yang masih hidup di antara kami, hidupkanlah ia dengan iman. Siapa yang (akan) meninggal di antara kami, maka matikanlah ia dalam iman. Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi pahalanya untuk kami dan jangan pula Engkau sesatkan kami sesudahnya"
HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i, abu Daud dan Ibnu Majah
 
Jika jenazah yang dishalati masih belum baligh, maka orang yang melakukan shalat hendaknya membaca,
 
            "Ya Allah, jadikanlah ia sebagai pendahulu bagi kami dan simpanan (kabaikan)".  HR. Bukhari dan Baihaki
 
Imam Nawawi berkata, jika jenazah yang dishalati belum baligh baik lelaki maupun perempuan, maka cukup dengan membaca doa sebagaimana di atas, dan setelah selesai ditambah dengan doa berikut,
 
            "Ya Allah, jadikanlah ia pahala yang mendahului orang tuanya, simpanan, nasihat, pelajaran dan pemberi syafaat bagi mereka berdua. Beratkan timbangan amal mereka dengannya, penuhi hatinya dengan kesabaran, janganlah Engkau menimpakan cobaan kepada mereka setelah kepergiannya dan janganlah engkau halang-halangi pahala bagi mereka".
 
( berlanjut ..................................
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 31102012

Dzikir Sesudah Salam dari Shalat
 
312.    Bersumber dari Warrad, mantan budak Mughirah bin Syu'bah, ia bercerita, "Mughirah bin Syu'bah pernah mengirim sepucuk surat kepada Mu'awiyah ra, yaitu bahwa Rasulullah SAW bila selesai shalat dan sudah mengucapkan salam, beliau mengucapkan beliau, 'LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU  LAA SYARIIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA  'ALAA KULLI SYAI'IN  QADIR. ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA, WA LAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA, WA LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADDU (Tiada ilah (yang patut dita'ati) melainkan Allah semata tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kerajaan dan segala puji. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tiada yang biasa mencegah terhadap apa saja yang Engkau berikan dan tidak (pula) memberi terhadap sesuatu yang Engkau halangi. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan)'".
(Muslim II : 95)
 
Bertakbir Sesudah Shalat
 
313.    Bersumber dari Ibnu Abbas ra, ia menyampaikan, "Kami mengetahui berakhirnya shalat Rasulullah SAW dengan ucapan kalimat takbir".  (Muslim II : 91)
 
Ringkasan Shahih Muslim®