Jumat, 04 Mei 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 30042012

KEUTAMAAN MEMBACA  SURAT AL FAATIHAH,
AL IKHLASH, AL FALAQ DAN AN NAAS
 
Barang siapa di hari Jum'at manakla Imam telah salam yaitu sebelum ia melipatkan kakinya membaca Fatihatul Kitab (surat Al-Faatihah), surat al-Ikhlash, surat al-Falaq, dan surat an-Naas sebanyak tujuh kali, tujuh kali, maka dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang diampuni.
(Riwayat  Abu As'ad al-Qusyairi melalui Anas r.a)
 
Syarah/Penjelasan :         
            Barang siapa yang ingin agar dosa-dosanya yang terdahulu dan yang akan datang diampuni, hendaklah ia membaca al-Faatihah, surat al-Ikhlash dan surat al-Mu'awwidzatain-surat al-Falaq dan an-Naas sesudah salam dari shalat Jum'at dan sebelum duduk bersila yakni masih dalam keadaan duduk iftirasy. Hendaklah membacanya masing-masing tujuh kali seperti yang terdapat dalam hadits diatas. Kenapa tujuh ?. Ada alasan yang hanya Nabi dan Allah SWT yang mengetahui, yang jelas diantara bilangan-bilangan ada rahasia yang kita tidak tahu. Sungguh besar hikmah membaca ketiga surat tersebut, sebagimana yang kita tahu manusia itu tidak pernah luput dari salah dan dosa, maka tidak ada satupun diantara kita yang tidak ingin diampuni dosa-dosanya, dengan diampuninya dosa-dosa kita maka kita akan terhindar dari siksa kubur dan siksa akhirat.
            Banyak diantara kita sesudah melakukan shalat tidak berdzikir, kita langsung beranjak meninggalkan tempat kita shalat, padahal ba'da shalat adalah waktu yang sangat baik untuk berdzikir, selain itu waktu ba'da shalat juga adalah salah satu waktu yang utama untuk dikabulkannya do'a-do'a kita, untuk itu berdzikir dan berdo'alah setelah shalat apalagi setelah shalat Jum'at.
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 30042012

Shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah
dengan Satu Kali Iqamat
 
715.    Bersumber dari Sa'id bin Jubair ra., mengatakan bahwa mereka berangkat bersama Ibnu Umar sehingga mereka menjamak shalat. Ibnu Umar menjamak shalat Maghrib dan Isya' bersama mereka dengan sekali iqamat. Setelah shalat dia berpaling lalu mengatakan, "Demikian Rasulullah SAW mengerjakan bersama kami di tempat ini".
            (Muslim 4 : 75)
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Kamis, 03 Mei 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 29042012

Hari-hari Yang Dilarang Berpuasa
 
Ada beberapa hadits yang menjelaskan larangan-larangan berpuasa pada hari-hari tertentu. Uraian selengkapnya sebagaimana berikut :
 
1.    Pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
 
Para ulama sepakat bahwa berpuasa baik wajib maupun sunnah pada hari Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya adalah haram. Hal ini berdasarkan pada perkataan Umar ra., bahwasanya Rasulullah SAW melarang puasa pada dua hari ini. Sebab, hari raya Idul Fitri merupakan hari dimana kalian harus berbuka setelah puasa, sedangkan hari raya Idul adha agar kalian dapat memakan hasil ibadah kurban.
HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Daud ,Tirmidzi dan Nasa'i.
 
2.    Pada Hari Tasyrik.
 
Puasa pada hari tasyrik, yaitu tiga hari berturut-turut setelah hari raya Idul Adha, juga haram hukumnya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Huzaifah berkeliling di Mina untuk menyeru, "Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini, karena hari ini merupakan hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT".
HR. Ahmad dengan sanad yang baik.
            Thabrani dalam al-Ausath meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Rasulullah SAW  seseorang untuk menyerukan, "Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena hari-hari ini merupakan hari, makan, minum, dan berhubungan dengan (istri)".
            Sementara itu, para penganut mazhab Syafi'i membolehkan berpuasa, seperti puasa nazar, kifarat, atau puasa qadha'. Tetapi jika tidak ada sebab-sebab yang membolehkan, maka tidak dibolehkan tanpa ada perbedaan pendapat dikalangan ulama. Alasan mereka adalah dianalogikan dengan shalat yang mempunyai sebab tertentu pada waktu yang dilarang mengerjakannya.
 
( berlanjut..........................
 
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 29042012

KEUTAMAAN MEMBACA HAMDALAH
 
Tiada sekali-kali Allah SWT menganugerahkan suatu nikmat kepada seorang hamba, lalu hamba itu berkata : Alhamdulillah (segala puji bagi Allah)", kecuali dianggap sebagai orang yang mensyukuri nikmat itu, Dan apabila ia mengucapkan-nya lagi untuk kedua kalinya, niscaya Allah memperbaharui pahala nikmat-Nya; dan apabila ia mengucapkan untuk ketiga kalinya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya.
(Riwayat  Baihaki melalui Jabir r.a)
 
Syarah/Penjelasan :         
            Barang siapa mendapat suatu nikmat ia bersyukur kepada Allah SWT, maka Allah akan menambah nikmat kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya. Pengertian bersyukur mencakup bersyukur seacara ucapan, yaitu dengan mengucapkan Alhamdulillah; dan juga bersyukur secara perbuatan, yaitu dengan menggunakan nikmat itu untuk hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman :
 
Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).
(Ad-Dhuha : 11)
 
Sebaliknya, barang siapa yang diberi nikmat lalu ia tidak bersyukur, maka Allah akan murka kepadanya dan menimpakan azab yang pedih atasnya, sebagaimana firman lain, yaitu :
 
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambahkan (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.
(Ibrahim : 7)
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 29042012

Shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah
 
714.    Bersumber dari Ibnu Umar ra., mengatakan bahwa Rasulullah SAW menjamak shalat Maghrib dan Isya' tanpa disela oleh shalat lainnya (di Muzdalifah). Beliau melakukan shalat Maghrib tiga rakaat, dan shalat Isya' dua rakaat. Abdullah bin Umar juga menjamak shalat seperti itu sampai dia meninggal.
           
Ringkasan Shahih Muslim®