Selasa, 22 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 19112011


Jibril dan Mikail Turut Berperang
 
 
1163.  Bersumber dari Sa'ad bi Abi Waqqas ra, (ia berkata), "Pada waktu berkobar perang Uhud aku melihat disebelah kanan dan kiri Rasulullah ada dua orang laki-laki yang mengenakan busana putih. Saya tidak pernah melihat kedua orang tersebut sebelum dan sesudahnya, yaitu malaikat Jibril dan Mikail as". Dalam satu riwayat yang lain disebutkan,  "Mereka berdua bertempur dengan gigih membantu Rasulullah SAW".
(Muslim VII : 72)
 
 
 
Allah Sangat Murka kepada Orang yang Dibunuh
Oleh Rasulullah SAW
 
 
1164.  Bersumber dari Abu Hurairah ra, ia menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Allah amat sangat murka kepada orang-orang yang berbuat seperti ini terhadap Rasulullah SAW". Ketika itu beliau menunjukkan gigi depannya (antara gigi seri dan gigi taring) yang patah pada waktu perang Uhud. Dan, Rasulullah SAW bersabda, "Amat sangat murka Allah Jalla Wa Azza kepada orang yang di bunuh oleh Rasulullah SAW  dalam  jihad di jalan Allah"
            (Muslim V : 179)
 
 
 
 
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Senin, 21 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 18112011


KEHIDUPAN  YANG  SESUNGGUHNYA
 
Ya Allah, tiada kehidupan (yang sesungguhnya) kecuali kehidupandi akhirat.    
(Riwayat  Bukhari)
 
Syarah/Penjelasan :
            Hadits ini merupakan shadrul bait atau bagian pertama dari suatu bait yang diucapak oleh Nabi SAW, sewaktu beliau sedang menggali khandaq (parit) untuk membentengi kota Madinah dari serangan bala tentara yang bersekutu. Lengkapnya berbunyi seperti berikut : "Ya Allah, tiada kehidupan kecuali kehidupan di akhirat, maka tolonglah kaum Anshar dan kaum Muhajirin". Kehidupan dunia adalah  kehidupan yang hanya sementara. Tempat dimana kita menabung untuk kehidupan akhirat. Makanya selagi kita masih hidup di dunia kita harus berusaha sekuat tenaga dengan sebanyak-banyaknya melakukan perbuatan-perbuatan yang baik. Kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. Dissana kita akan hidup selamanya, kalau dikehidupan kita hanya edikit beramal shaleh atau bahkan kita banyak berbuat maksiat maka dikehidupan akhirat kita akan sengsara dengan masuk api neraka. Adapun keadaan neraka seperti digambarkan dalam al-Qur'an : "Sudah datangkah kepadamu berita (Tentang) hari pembalasan ?. Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri. Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.  (QS.  Al-Ghasiyah [88] :1-7)
 
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 18112011


Nabi SAW Terluka pada Waktu Perang Uhud
 
 
1161.  Berasal dari Abu Hazim, bahwa dia pernah mendengar Sa'ad as-Saidi ra ditanya tentang luka Rasulullah SAW pada perang Uhud. Sahal bin Sa'ad ra menjawab, "Wajah Rasulullah SAW terluka, gigi depan beliau (gigi antara gigi seri dan gigi taring) patah, dan topi baja dikepala beliau pecah. Saat itu Fathimah, putri Rasulullah  SAW membasuh darah pada luka Rasulullah SAW, sedangkan Ali bin Abu Thalib menuangkan air ketangan Fathimah dengan menggunakan perisai. Setelah Fathimah mengetahui bahwa air tersebut semakin menderaskan keluarnya darah, maka ia mengambil potongan pelepah kurma kemudian ia bakar sehingga menjadi abu, lalu abu tersebut ia oleskan pada luka Rasulullah sehingga darah tidak keluar lagi".
(Muslim V : 178)
 
 
1162.  Bersumber dari Anas (bin Malik) ra, bahwasanya Rasulullah SAW gigi depannya (gigi antara gigi seri dan gigi taring) patah dan wajah beliau terluka (pada perang Uhud). Beliau segera mengusap darah itu lalu bersabda, "Bagaimana mungkin akan beruntung orang-orang yang telah melukai Nabi mereka dan mematahkan gigi depannya (antara gigi seri dan gigi taring) !?". Beliau mendoakan keburukan buat mereka kepada Allah Ta'ala. Lalu Dia menurunkan ayat, "LAISA LAKA MINAL AMRI SYAI' (Tidak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka .......)".
            (Muslim V : 179)
 
 
 
 
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 17112011


BERIMAN  KEPADA  HARI  AKHIRAT
 
Diriwayatkan dari Abu Syuraih al-Khuza'iy ra katanya : Nabi SAW. bersabda : barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia memuliakan para tamunya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, maka hendaklah dia bercakap hanya perka-ra yang baik atau diam.    (HR. Bukhari)
 
Syarah/Penjelasan :
            Beriman Kepada Allah dan hari kiamat adalah salah satu rukun Islam yang enam. Setiap Muslim wajib beriman kepada Allah dan percaya akan datangnya hari akhir, pada hadits diatas mengandung beberapa seruan :
  1. Bahwa siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia harus berbuat baik kepada tetangganya. Hal ini dikarenakan tetangga adalah orang yang paling dekat dengan rumah kita secara tempat. Sehingga kalau terjadi musibah, biasanya tetangga adalah yang pertama tahu dan menolong kita. Untuk itu kita harus baik dengan tetangga.
  2. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka dia harus memuliakan tamunya. Memuliakan tamu adalah bagian dari akhlak baik seorang Muslim. Dalam Islam datangnya tamu adalah simbol dari praktek silaturrahmi yang pahalanya sangat besar, selain itu salah satu hikmahnya adalah bisa mendatangkan dan menambah rizky serta memperpanjang umur kita.
  3. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berbicara yang baik atau diam. Ini menunjukkan bahwa dilarang kepada setiap Muslim untuk berbicara jelek seperti membicarakan kejelekan orang lain apalagi menghina orang lain. Daripada kita berbicara yang tidak baik lebih baik diam. Diam itu adalah emas.
           
 
 
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 17112011


Perang Uhud
 
 
1160.  Berasal dari Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah SAW pernah terpisah dari pasukannya, beliau hanya bersama tujuh prajurit Anshar dan dua prajurit Quraisy. Ketika pasukan kafir mendekat kepada beliau, beliau bersabda, "Siapa saja yang berani menghalau mereka dari kami, maka pasti akan masuk surga ? Atau ia pasti akan menjadi temanku di surga". Maka majulah seorang prajurit Anshar untuk betempur hingga gugur sebagai syahid. Musuh masih saja bersikukuh untuk menyerang beliau, lalu beliau bersabda (lagi), "Siapa saja yang berani menghalau mereka dari kami, maka pasti ia akan masuk surga ? Atau ia akan menjadi temanku di surga". Maka majulah seorang prajurit Anshar untuk menyerang mereka hingga gugur sebagai syahid. Begitulah seterusnya hingga tujuh prajurit Anshar itu gugur sebagai syahid. Lalu Rasulullah bersabda kepada dua orang Quraisy itu,"Kita (yaitu dua orang Quraisy itu) tidak bersikap adil kepada sahabat-sahabat kita". (*)
(Muslim V : 178)
 
 
 
(*)        Maksudnya adalah aku tidak menganggap orang-orang Quraisy seperti orang Anshar karena kedua orang Quraisy tersebut tidak keluar untuk berperang. Karena mereka keluar satu persatu lantas mereka berperang.
 
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®