Selasa, 06 November 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 02112012

HARAMNYA KEZHALIMAN DAN PERINTAH
UNTUK MENGEMBALIKAN HAK-HAK
ORANG YANG TERZHALIMI
 
( lanjutan ...................................
Seseorang jika melakukan kezhaliman sejengkal tanah, maka ia akan ditimpakan dengan tujuh bumi pada hari kiamat, yakni Allah jatuhkan di atas pundaknya – Naudzu Billah – ia akan membawanya di hadapan manusia dan di hadapan seluruh alam, dihinakan pada hari kiamat. Sabdanya, "Seukuran sejengkal tanah", ini bukan untuk membatasi, tapi untuk melebih-lebihkan, yakni jika ia mengambil di bawah ukuran itu, maka ia juga akan ditimpakannya. Namun, orang Arab menyebutkan permisalan ini untuk melebih-lebihkan, yakni walaupun ia mengambil sedikit saja, maka ia tetap ditimpakan azab itu pada hari kiamat.
 
Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa orang yang memiliki tanah, berarti ia juga memiliki bagian bawahnya sampai yang terdalam, sampai lapisan yang ketujuh. Maka tidak boleh bagi seseorang untuk membuat terowongan di dalam tanahnya kecuali dengan izinnya, misalnya anda memiliki tanah, jaraknya tiga meter antara kamu dengan tetanggamu, kemudian tetanggamu menginginkan untuk membuat terowongan di antara dua tanah ini dan melewati bagian bawah tanahmu, maka tidak ada hak baginya melakukan hal tersebut, karena anda yang memiliki tanah dan apa yang ada di bawahnya sampai lapisan yang ketujuh. Sebagaimana udara juga milikmu sampai ke langit, maka tidak boleh seseorang membangun atap di atas tanahmu kecuali dengan izinmu, karenanya para ulama berkata, "Udara mengikuti tempatnya, dan tempatnya juga sampai pada tujuh lapis tanah, berarti orang memiliki bagian atas dan bagian bawah tanah, tidak ada orang yang boleh berlaku semena-mena dalam hal ini".
 
Ahlul ilmi berkata, "Jika tetanggamu punya pohon, kemudian dahannya menjulur ketanahmu, maka pemilik pohon harus mengalihkannya dari tempatmu, jika tidak bisa maka harus dipotong, kecuali dengan izin dan pernyataan dari anda, karena udaranya milik anda dan dia mengikuti tempatnya".
 
Adapun hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu Anhu, maka Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda, "Sesungguhnya Allah akan akan menangguhkan (waktu) bagi orang yang zhalim, jika Dia sudah mengambilnya maka tidak akan luput darinya". Lafal Yumli Lahu  artinya ditangguhkan padanya sampai ia terus berbuat kezhaliman – Naudzu Billah – kemudian tidak disegerakan azab baginya, ini adalah bencana. – Kita memohon pada Allah untuk menghindarkan kita dan kalian – Termasuk dari bentuk istidzraj yakni menagguhkan manusia dalam kezhalimannya, tidak diazab secepatnya, sehingga menumpuklah kezhaliman pada manusia, kemudian jika Allah sudah mengambilnya, maka tidak ada yang luput dari-Nya. Allah akan mengambilnya dengan kekerasan yang tidak terkalahkan, kemudian belliau membaca firman Allah,
 
"Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras".
(QS. Hud : 102)
 
Maka bagi orang-orang yang berbuat zhalim, janganlah menipu dirinya sendiri dan tidak juga dengan penangguhan Allah atasnya, karena ini adalah musibah di atas musibah, karena jika seseorang yang zhalim itu langsung diazab dengan kezhalimannya, maka barangkali ia akan ingat, menerima nasehat dan meninggalkan kezalimannya, namun jika dengan penangguhan itu masih tetap berbuat dosa atau justru bertambah kezalimannya, maka akan bertambahlah siksanya – kita berlindung kepada Allah diambil dengan kekerasan – sehingga jika Allah mengambilnya, maka tidak ada yang luput dari-Nya. Kita memohon kepada Allah agar memberikan kita semua I'tibar dengan ayat-ayat-Nya, dan melindungi kita dari kezaliman diri kita dan dari kezhaliman orang lain, sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Pemurah lagi Mulia.
m
( berlanjut ......................................
SyarahRiyadhus Shalihin®

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 02112012

Menyalati Jenazah
 
( lanjutan ..................................
7.      Membaca doa setelah takbir keempat. 
 
Meskipun sudah membaca doa pada takbir ketiga, berdoa setelah takbir keempat juga dianjurkan. Hal ini berdasar pada hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Abdullah bin Abi Aufa. Suatu ketika, anaknya meninggal dunia. Lantas ia melaksanakan shalat untuknya dengan empat takbir. Setelah takbir yang keempat, ia berdiri yang lamanya hampir sama dengan dua takbir seraya membaca doa. Setelah itu, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW melakukan hal seperti ini saat shalat jenazah.  HR. Ahmad
 
Imam Syafi'i berkata, setelah takbir keempat, hendaknya orang yang shalat membaca doa,
 
"Ya Allah, janganlah Engkau menghalangi pahalanya padaku dan janganlah Engkau menimpakan fitnah setelahnya"
 
Ibnu Abu Hurairah berkata, orang-orang masa dulu setelah takbir keempat sering kali membaca,
 
"Ya Allah, berilah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan selamatkan kami dari siksa neraka".   (Al-Baqarah [2] : 201)
 
( berlanjut ..................................
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 02112012

Yang Lebih Berhak Menjadi Imam
 
316.    Bersumber dari Abu Mas'ud al-Anshari ra, ia menyampaikan Rasulullah SAW, bersabda, "Yang menjadi imam bagi suatu kaum ialah orang di antara mereka yang paling baik bacaan al-Qur'annya. Jika mereka sama bagus bacaannya, maka dipilih di antara mereka yang lebih tahu tentang sunnah Nabi SAW, jika mereka sama dalam masalah sunnah, maka dipilih di antara mereka yang lebih dahulu hijrah. Jika mereka dalam masalah hijrah sama, maka dipilih di antara mereka yang lebih dahulu masuk Islam. Janganlah sekali-kali seseorang mengimami orang lain dalam kekuasaannya dan janganlah ia duduk di rumahnya di tempat kemuliaannya melainkan dengan izinnya". (Muslim II : 133)
 
Mengiringi Imam dan Bergerak Sesudahnya
 
317.    Bersumber dari Barra' ra, 'Bahwa para sahabat biasa mengerjakan shalat bersama Rasulullah SAW. Yaitu bila beliau ruku', (kemudian) mereka ruku'; dan apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku', lalu beliau mengucapkan 'SAMI 'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH', maka kami tetap berdiri hingga kami melihat beliau SAW meletakkan wajahnya di tanah, baru kemudian kami mengikutinya'.
(Muslim II : 46)
 
Perintah Mempercepat Shalat Asal Tetap Sempurna
 
318.  Berasal dari Abu Mas'ud al-Anshari ra, ia menyampaikan, 'Telah datang seorang sahabat kepada Rasulullah SAW, lalu berujar, ('Ya Rasulullah), sesungguhnya aku benar-benar terlambat dari shalat shubuh karena (ulah) si fulan yang memanjangkan (bacaan) dengan kami. Kemudian aku tidak tidak pernah melihat Rasulullah SAW marah dalam menyampaikan wejangan lebih keras daripada marahnya pada hari itu. Yaitu beliau SAW bersabda, "Wahai sekalian sahabat, sesungguhnya di antara kalian ini ada beberapa orang yang membuat orang lain menjauhkan diri. Maka dari itu, siapa saja di antara kalian yang mengimami orang-orang, maka hendaklah ia mempersingkat; karena sesungguhnya di belakangnya ada yang tua renta; ada yang lemah; dan ada pula yang punya kepentingan"'.
(Muslim II : 42 - 43)
 
Ringkasan Shahih Muslim®
 

Senin, 05 November 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 01112012

HARAMNYA KEZHALIMAN DAN PERINTAH
UNTUK MENGEMBALIKAN HAK-HAK
ORANG YANG TERZHALIMI
 
( lanjutan ...................................
209.    Dan dari Aisyah Radhiyallahu Anha sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang berbuat zhalim dengan mengambil sejengkal bumi (tanah), maka ia akan ditimpakan tujuh lapis bumi". (Muttafaq Alaih)[79]
 
210.    Dari Abu Musa Radhiyallahu Anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah akan menangguhkan (waktu) bagi orang yang zhalim, jika Dia sudah mengambilnya, maka tidak akan luput darinya", kemudian beliau membaca firman Allah, "Dan begitulah azab Rabbmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azab-Nya itu sangatlah pedih lagi keras".
(QS. Hud :102). (Muttafaq Alaih)[80]
 
 
PENJELASAN
           
Penulis Rahimahullah menukil  riwayat dari Aisyah Radhiyallahu Anha, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Barangsiapa yang berbuat zalim dengan mengambil sejengkal bumi, maka ia akan ditimpakan tujuh lapis bumi". Hadits ini mencakup satu macam dari berbagai macam kezaliman, yaitu kezaliman dalam hal pertanahan. Kezhaliman dalam hal tanah ini termasuk dosa yang paling besar, karena Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "Dilaknat orang yang merubah batasan tanah".[81]. Para ulama berkata, "Yang dimaksud dengan Manarul Ardhi adalah batasan tanah, karena lafazh ini diambil dari kata Al-Minwar yaitu tanda. Jika seseorang mengubah batasan tanah ini, dengan memasukkan sesuatu dari tanahnya ini ke dalam tanah orang lain, maka ia termasuk orang yang dilaknat dengan lisan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, maksud dari laknat adalah terusir dan dijauhkan dari rahmat Allah.
 
Bentuk azab lain yang disebutkan dalam hadits ini, jika seseorang menzalimi sejengkal tanah, maka ia akan ditimpakan tujuh bumi pada hari kiamat, karena memang bumi berlapis tujuh, sebagaimana yang dijelaskan dalam sunnah dan sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Ta'ala dalam Al-Qur'an dengan isyarat pada firman-Nya,
 
"Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi".
(QS. Ath-Thalaq : 12)
 
            Sudah jadi maklum bahwa persamaan di sini bukanlah persamaan pada bentuk, karena antara langit dan bumi ada perbedaannya, seperti adanya jarak antara keduanya, langit lebih besar dibanding bumi, lebih luas dan lebih agung. Allah Ta'ala berfirman,
 
"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami)". (QS. Adz-Dzariyat : 47)
 
            Yakni dengan kekuatan, Allah berfirman,
 
"Dan Kami bangun di atas kamu tujuh buah (langit) yang kokoh".
 (QS. An-Naba : 12) Yakni dengan kekuatan.
 
 
 ( berlanjut ......................................
 
[79].        Shahih Al-Bukhari (2453), Shahih Muslim (1612)
 
[80]         Shahih Al-Bukhari (4686), Shahih Muslim (2583)
 
[81]         Shahih Muslim (1978) dari hadits Ali Radhiyallahu Anhu.
 
SyarahRiyadhus Shalihin®