Rabu, 13 Juli 2011

Pembacaan Hadist Ba'da Maghrib 12072011


KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN PUASA BULAN RAMADHAN

4. Dari Abu Sa'id Al Khudriy ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Tidaklah seorang hamba yang mengerjakan puasa karena Allah, melainkan Allah menjauhkan dirinya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun karena puasanya yang sehari itu".(HR Bukhari dan Muslim)

5. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : "Apabila bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah setan-setan".(HR Bukhari dan Muslim)

6. Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : " Berpuasalah kalian karena melihat hilal (bulan) dan berbukalah kalian karenanya. Jika hilal itu samar atas kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari".(HR Bukhari dan Muslim)

Dan didalam riwayat Muslim dikatakan : "Apabila hilal tertutup atas kalian, maka berpuasalah tiga puluh hari".

Pembacaan Hadist Ba'da Isya 11072011



BEBERAPA HAL YANG DIBOLEHKAN KETIKA PUASA


7. Menelan sesuatu yang tidak mungkin dapat dielakkan, seperti menelan air ludah, menghirup debu jalan tanpa disengaja, sisa-sisa tepung, dahak, lendir , dan lain-lain. Ibnu Abbas berkata, "Seseorang dibolehkan mencicipi rasa masakan untuk mengetahui basi atau tidaknya makanan, atau suatu barang yang hendak dibeli".

Hasan biasa mengunyah kelapa dengan mumlutnya untuk diberikan kepada cucunya, padahal ketika itu dia sedang berpuasa. Ibrahim menganggap hal ini sebagai bentuk keringanan.

Adapun mengunyah gula-gula dengan mulut, hukumnya makruh jika isinya tidak hancur. Diantara ulama yang menganggapnya makruh adalah Sya'bi, Nakha'i, Syafi'i, mazhab Hanafi dan mazhab Hambali.

Aisyah dan Atha' menganggapnya sebagai bentuk keringanan, karena tidak akan masuk kedalam perut. Hal ini sama halnya dengan menaruh kerikil didalam mulutnya, jika bagiannya tidak hancur. Sebaliknya jika hancur dan masuk kedalam perut, puasanya batal.

Ibnu Taimiyyah berkata : "Mencium wangi-wangian tidak dilarang bagi orang yang sedang berpuasa". Lebih lanjut beliau berkata : 'Adapun bercelak, suntik, meneteskan obat kedalam saluran kencing, mengobati luka pada ubun-ubun dan rongga perut, masalah ini masih diperdebatkan oleh ulama.

Diantara mereka ada yang berpendapat bahwa semua perkara tersebut tidak ada satu pun yang membatalkan puasa. Ada pula yang mengatakan bahwa, semuanya membatalkan puasa, kecuali bercelak. Ada yang berpendapat bahwa, semuanya membatalkan puasa, kecuali meneteskan obat. Dan ada juga yang mengatakan batal, kecuali bercelak dan meteskan obat".

Selanjutnya Ibnu Taimiyyah berpendapat : "Pendapat yang lebih kuat adalah tidak satu pun diantara semua perkara diatas yang membatalkan puasa. Sebab, puasa termasuk ajaran agama Islam yang perlu diketahui orang terdidik maupun masyarakat awam. Seandainya perkara-perkara ini termasuk dalam sesuatu yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam puasa hingga membatalkan puasa, tentunya hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Dan penjelasan mengenai hal itu akan diketahui oleh para sahabat, yang kemudian disampaikan kepada seluruh umat, sebagaimana halnya syariat-syariat yang lain. Oleh karena tidak seorang ulama pun yang meyampaikan perkara tersebut dari Rasulullah, baik berupa hadist shahih maupun lemah, musnad maupun mursal, maka dapat disimpulkan bahwa tidak satupun dari perkara diatas yang dilarang oleh ajaran agama Islam (dan membatalkan puasa)".

Ibnu Taimiyyah juga berkata : "Hukum yang berkaitan dengan seluruh umat harus diterangkan oleh Rasulullah SAW secara umum, kemudian disebar luaskan kepada segenap umat. Sebagaimana yang sudah umum diketahui, bercelak dan yang lain merupakan perbuatan yang lazim dikalangan masyarakat seperti halnya membubuhkan minyak rambut, mandi, memakai wangi-wangian dengan kayu gaharu, dan lain-lain".

Jika semua ini termasuk sesuatu yang membatalkan puasa, tentu akan dijelaskan Rasulullah sebagaimana beliau menjelaskan perkara-perkara lain yang dapat membatalkan puasa. Oleh karena tidak ada penjelasan dari Rasulullah SAW, maka dapat disimpulkan bahwa perkara itu termasuk dalam jenis wangian, minyak rambut, dan asap kayu gaharu yang kadang-kadang terhirup oleh hidung, lantas masuk kedalam otak dan menyegarkan tubuh. Namun demikian, semuanya tidak membatalkan puasa.

Begitu pula minyak rambut, ia diserap oleh tubuh hingga masuk kedalam urat-urat dan merangsang kekuatan fisik. Demikian pula wangi-wangian dapat mendatangkan kesegaran dan tenaga baru, oleh karenanya tidak ada larangan berkaitan perkara ini bagi orang yang puasa, dengan demikian, dibolehkan memakai wangi-wangian, menghirup asap kayu gaharu, dan memakai minyak rambut, maka demikian pula halnya dengan bercelak.

Pada masa Rasulullah, adakalanya seseorang dari kaum Muslimin terluka disebabkan perang atau peristiwa yang lain, hingga kadang-kadang luka tersebut menembus ubun-ubun dan kadang-kadang melukai bagian perut. Seandainya luka seperti ini membatalkan puasa, tentunya Rasulullah SAW memberi penjelasan kepada mereka. Oleh karena tidak ada larangan berkaitan masalah ini bagi orang yang puasa, maka dapat disimpulkan bahwa hal ini tidak membatalkan puasa.

Ibnu Taimiyyah juga mengatakan, "Sebenarnya, bercelak sama sekali tidak mengenyangkan, dan tidak ada orang yang ingin memasukkan celak kedalam perutnya, baik melalui hidung maupun mulut.. Suntikan juga tidak mengenyangkan, sebaliknya ia dapat mengeluarkan cairan yang terdapat didalam tubuh, sama halnya dengan mencium sesuatu alat pencahar atau terperanjat hingga mengeluarkan cairan dari dalam tenggorokan dan suntikan tidak sampai masuk kedalam perut".

Mengonsumsi obat-obatan yang sengaja dimasukkan kedalam perut ketika mengobati luka yang sampai kedalam kerongkongan atau mengobati luka yang tembus hingga ke dalam otak, tidak sama dengan memakan makananan yang disengaja.

Allah SWT berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa". (Al-Baqarah [2]:183)

Rasulullah bersabda : "Puasa merupakan Tameng".

Beliau juga bersabda : "Sesungguhnya setan mengalir didalam tubuh manusia melalui pembuluh darah. Maka, persempitlah tempat-tempat alirannya dengan cara lapar dan puasa".

Orang yang berpuasa dilarang makan dan minum, karena menahan diri dari makan dan minum dapat menumbuhkan ketakwaan.

Jadi meninggalkan makan dan minum yang dapat memperbanyak darah, yang mana setan-setan biasa merasuk kedalam tubuh manusia bermula dari makanan, bukan disebabkan adanya suntikan, bercelak, meneteskan obat pada kemaluan, dan bukan pula menjauhi obat-obatan yang biasa digunakan untuk meyembuhkan luka pada ubun-ubun atau perut.

Katakan: saya seorang mukmin

-----Original Message-----
From: forsimpta [mailto:forsimpta@dakwahkantor.com]

Katakan: saya seorang mukmin

 

Assalaamu‘alaikum Wr. Wb.

Sahabat seiman..,

Semoga hati kita tak pelit meluangkan sempatnya, mudah-mudahan masih ada waktu tuk bersama dengan firman-Nya, artinya: “Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.." (Q.S. Al Baqoroh: 136)

Sahabat seiman..,

Pesona pagi kembali menggoda, lembut sentuh kasih sayang-Nya begitu terasa menyapa, tataplah derai karunia yang terus mencurah, agar dapat kita hadirkan iman memenuhi dada, agar gejolaknya meluap melahirkan cinta, menggelora membangkitkan semangat, lalu katakanlah kepada dunia “saksikanlah saya adalah orang yang beriman”

Sahabat seiman..,

Memang.., meski tidak kita tunjukkan identitas, Allah tahu keadaan kita, orang-orang sekitarpun memahami siapa kita. Tetapi ingatlah sahabat! kita tidak dituntut untuk memahami bagaimana mereka menilai kita, akan tetapi yang diminta kepada kita adalah menunjukkan kepada mereka agar mereka memahami bahwa kita adalah seorang Mukmin..

Sahabat seiman..,

Tunjukkan identitasmu dengan bangga, sebab itu pertanda ketulusan hati! Sebab hati yang bersih selalu mendamba kan pembuktian ungkapannya. Adapun pengakuan yang tak terbukti seharusnya membuat empunya malu mempertontonkan kedustaan..

Tunggu apalagi sahabat? Awali pagi ini dengan ketulusan pernyataan, semoga sepanjang hari akan terisi dengan kesungguhan pembuktian.. senyumlah sejenak pertanda kita optimis menjalaninya, selamat beraktifitas! (SaiBah)

 

http://suara-attaqwa.blogspot.com

 



"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.”

Selasa, 12 Juli 2011

Pembacaan Hadist Ba'da Maghrib 11072011

KEWAJIBAN DAN KEUTAMAAN PUASA BULAN RAMADHAN
Dari Sahal bin Sa'ad ra. Dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Sesungguhnya didalam surga ada pintu yang bernama Ar-Rayyan (pintu kesegaran), dimana nanti pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk lewat pintu itu, dan tidak seorang pun yang dapat masuk melalui pintu itu selain mereka, dimana penjaga pintu mengucapkan : "Mana orang-orang yang berpuasa ?", kemudian mereka pun berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang boleh masuk lewat pintu itu. Apabila mereka telah masuk, maka ditutuplah pintu itu.Maka dari itu tidak ada seorangpun yang dapat masuk lewat pintu itu selain mereka yang ahli berpuasa". (HR Bukhari dan Muslim)

Pembacaan Hadis Ba'da Shubuh 12072011



585. Bersumber dari Aisyah dan Ummu Salamah ra, dua isteri Nabi SAW mereka berdua mengatakan, 'Sejatinya Rasulullah SAW pernah memasuki waktu pagi dalam keadaan junub karena jima', bukan karena bermimpi di bulan Ramadhan. Kemudian beliau terus berpuasa'. (Muslim III:138)



586. Berasal dari Aisyah ra, bahwa ada seorang sahabat datang menghadap Nabi SAW untuk minta fatwa kepada beliau. Sementara ia (Aisyah) mendengar sahabat itu bertanya dari balik tabir, "Ya Rasulullah, aku mendapati waktu pagi dalam keadaan masih junub. Apakah aku tetap harus berpuasa ?' lalu Rasulullah SAW menjawab, "Aku (juga) pernah mendapati waktu pagi dalam keadaan junub, namun aku tetap berpuasa". Sahabat itu berkata, 'Ya Rasulullah, engkau tidak seperti kami. Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang akan datang'. Kemudian beliau bersabda : "Wallahi, sesungguhnya aku berharap menjadi orang yang paling takut kepada Allah daripada kalian dan sekaligus menjadi orang yang paling tahu cara bertaqwa". (Muslim III:138)

Senin, 11 Juli 2011

Saatnya giliran kita..

-----Original Message-----
From: forsimpta [mailto:forsimpta@dakwahkantor.com]
Sent: 11 Juli 2011 8:37
Subject: Embun Pagi Forsimpta

 

Saatnya giliran kita..

 

Assalaamu ‘alaikum Wr. Wb.

 

Sahabat seiman..,

Mari sejenak simak firman Allah SWT, artinya:

 

“Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang Telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang Telah mereka kerjakan.” (Q.S. Al baqoroh: 134)

 

 

Pagi begitu berseri, seakan mengajak setiap kita untuk tetap tersenyum, apapun kondisi kita, bagaimanapun keadaan kita, sudikah kau layangkan senyum mungilmu tuk menunjukkan bahwa kita ikhlas, ridho menerima anugerah Allah SWT, agar terlahir semangat suci tuk berjuang, ya Allah bimbing langkah kami tuk mengukir prestasi lebih baik lagi..

 

Sahabat seiman..,

Sejenak kita putar kilasan sejarah gemilang, ummat yang dahulu pernah mengukir kebanggaan, berjuang keluar dari keterpurukan saat lingkungan begitu kelam, berusaha menyingkap hidayah ditengah kesesatan, berupaya menata kehidupan di tengah amburadulnya budaya.. hingga Allah SWT menghantarkan mereka ke gerbang kemenangan, menyampaikan mereka ke tempat mulia, dan mengharumkan nama mereka hingga akhir masa..

 

Sahabat seiman..,

Disini kita masih berdiri, bukan hanya untuk terpaku, disini kita masih berpijak tak hanya untuk terbelalak.. sejarah emas itu tersingkap agar kita menjadikan siap, bagi mereka apa yang telah mereka lakukan, sekarang saatnya giliran kita tuk mengambil bagian.. mari bangkitkan semangat!, selamat beraktifitas! (SaiBah)



"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure, copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.”

Kamis, 07 Juli 2011

Pembacaan Hadist Ba'da Isya 06072011

BEBERAPA HAL YANG DIBOLEHKAN KETIKA PUASA


Saat berpuasa, ada beberapa hal yang boleh dikerjakan :



  1. Menyiramkan air ketubuh dan menyelam ke dalam air. Hal ini berdasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abdurrahman dari beberapa orang sahabat Rasulullah, dia bekata : "Aku pernah melihat Rasulullah SAW menuangkan air keatas kepala beliau ketika sedang berpuasa, lantarn dahaga atau panas." HR Ahmad, Malik dan Abu Daud dengan sanad shahih.

Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim terdapat hadist dari 'Aisyah ra, bahwa : Rasulullah pernah junub pada waktu shubuh, padahal beliau sedang berpuasa, kemudian beliau mandi .


Jika ada air yang masuk ke dalam rongga dan tidak disengaja ketika mandi, puasanya tetap sah.


  1. Memakai celak atau meneteskan sesuatu ke mata baik terasa ke dalam kerongkongan maupun tidak. Hal ini tidak membatalkan puasa, sebab mata bukan termasuk jalan yang dapat dimasuki air hingga ke rongga perut. Dari Anas, bahwa dia pernah memakai celak ketika sedang berpuasa. Pendapat ini merupakan mazhab Syafi'i. Tapi Ibnu Mundzir menceritakan bahwa pendapat ini dari Atha, Hasan, Nakha'il, Auza'i, Abu Hanifah dan Abu Tsaur, diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas, dan Ibnu Aufa dari golongan sahabat. Pendapat ini adalah mazhab Abu Daud. Dalam masalah ini, tidak ada satu keterangan yang shahih yang di riwayatkan dari Rasulullah SAW, sebagaimana yang dikatakan oleh Tirmidzi..