Jumat, 25 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 23112011


ALLAH MERELAKAN KEMUDAHAN
DAN MEMBENCI KESULITAN
 
Sesungguhnya Allah SWT, merelakan kemudahan bagi umat ini dan Dia membenci kesulitan baginya.    (Riwayat Thabrani melalui Mihjan Ibnul Auda)
 
Syarah/Penjelasan :
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat , tunaikanlah zakat , dan berpegang-lah kamu pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dia-lah sebaik-sebaik penolong.   (QS. Al-Hajj [22] :78)
            Dalam ayat lain Allah SWT. telah berfirman : (Beberapa hari yang telah ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) dibulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang diting-galkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu, dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur".   (QS. Al-Baqarah [2] : 185)
            Karena memang pada dasarnya agama Islam adalah agama yang mudah atau tidak menyulitkan. Bahkan Allah tidak pernah memberikan masalah kepada seorang hamba kalau hamba tersebut tidak mampu memecahkan masalah tersebut. Untuk itu janganlah kita menganggap agama Islam adalah agama yang menyulitkan..
Kalau kita sedang dalam kesulitan hendaklah kita jangan menghadapinya dengan pikiran yang rumit. Hadapilah semua masalah dengan kepala dingin, karena setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dalam kesulitan pasti ada kemudahan.
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 23112011


Tewasnya  Ka'ab bin al-Asyraf
 
 
1170.  Bersumber dari Jabir (bin Abdullah) ra, dia menceritakan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Siapakah diantara kalian yang berani membunuh Ka'ab bin al-Asyraf, karena dia benar-benar telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya ?". Kemudian Muhammad bin Maslamah ra bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau senang kalau saya berhasil membunuhnya ?". Beliau menjawab, "Ya". Muhammad bin Maslamah ra mengusulkan, "Izinkanlah aku mengatakan sesuatu kepada Ka'ab bin al-Asyraf !". Rasulullah SAW menjawab, "Silahkan !". Kemudian Muhammad bin Maslamah mendatangi Ka'ab bin al-Asyraf, lalu ia berkata dengan berpura-pura ia mempunyai persoalan dengan Rasulullah SAW. Muhammad bin Maslamah berkata kepada Ka'ab bin al-Asyraf, "Sesungguhnya seorang itu (Muhammad SAW) meminta shadaqah kepada kami, dan hal itu menyakitkan kami". Mendengar laporan itu, Ka'ab bin al-Asyraf menyatakan, "Wallahi, sungguh kami akan selalu mengalami kesulitan karena melayani dia (Muhammad SAW)". Muhammad bin Maslamah ra berkata, "Sejatinya sekarang kami telah mengikuti dia dan kami tidak akan meninggalkannya hingga kami melihat bagaimana nanti akhir nasibnya". Muhammad bin Maslamah melanjutkan, "Saya mengharap engkau mau memberi pinjaman kepadaku". Lalu Ka'ab bin al-Asyraf bertanya, "Apa yang engkau gadaikan kepadaku sebagai jaminan ?". Muhammad bin Maslamah balik bertanya, "Engkau minta jaminan apa?" Lalu Ka'ab bin al-Asyraf menjawab, "Gadaikan saja isteri-isteri kalian kepadaku !". Muhammad bin Maslamah menjawab, "Engkau laki-laki yang paling tampan dikalangan bangsa Arab, bagaimana mungkin kami akan mengadaikan isteri-isteri kami kepadamu !". Ka'ab bin al-Asyraf berkata, "Kalau begitu, gadaikan saja anak-anakmu kepadaku !". Muhammad bin Maslamah berkata, "Itu akan membuat anak-anak kami dihina orang, sehingga orang-orang mengatakan bahwa anak-anak kami digadaikan demi memperoleh dua wasaq kurma. Sebaiknya kami akan menggadaikan senjata kepadamu". Lalu Ka'ab bin al-Asyraf mengatakan, "Ya baiklah". Muhammad bin Maslamah berjanji bahwa ia akan datang bersama al-Harits, Abu Abs bin Jabr dan Abbad bin Bisyr. Kemudian mereka (bertiga) mendatangi Ka'ab bin al-Asyraf pada malam hari, lalu mereka memanggilnya. Lalu Ka'ab keluar menuju mereka. Sufyan berkata, "Perawi selain Amr mengatakan, 'Isteri Ka'ab berkata kepadanya, Sungguh saya mendapat firasat sepertinya saya menuju suara tetesan darah !'. Ka'ab menjawab, 'Dia itu Muhammad bin Maslamah dan saudaranya sesusu yang bernama Abu Nailah. Sesungguhnya orang yang terhormat itu walaupun diajak berkelahi pada malam hari, mesti datang'". Muhammad bin Maslamah berkata, "Jika aku telah mendekat, maka sungguh akan saya gapaikan tangan saya kepada Ka'ab bin al-Asyraf, dan kalau posisi saya telah tepat, maka kalian harus membunuhnya". Jabir bin Abdullah ra melanjutkan kisahnya, bahwa Ka'ab menemui Muhammad bin Maslamah dan sahabatnya dengan memakai wangi-wangian. Kemudian mereka berkata, "Kami mencium wangi darimu". Lalu Ka'ab menjawab, "Ya, betul isteriku memang perempuan Arab yang sangat mengerti memilih parfum". Muhammad bin Maslamah bertanya, "Kalau begitu bolehkah saya mencium parfummu ?". Ka'ab menjawab, "Ya, boleh". Lalu Muhammad bin Maslamah mencium bau tersebut, lalu bertanya (lagi) kepadanya, "Bolehkah saya mengulanginya lagi ?" . Jabir berkata, "Maka Muhammad bin Maslamah berada pada posisi yang tepat ketika dia mencium rambut Ka'ab bin al-Asyraf, lalu Muhammad bin Maslamah menginstruksikan kepada teman-temannya, 'Bunuh dia !'. Maka mereka segera membantainya".
            (Muslim V : 184-185)
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Kamis, 24 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 22112011


Membesuk  Orang  Sakit
 
 
           
            Diantara adab dalam Islam adalah menjenguk orang yang sedang sakit dan menanyakan keadaannya. Hal ini bertujuan untuk menenangkan jiwanya dan memenuhi haknya. Ibnu Abbas berkata, "Menjenguk orang yang sedang sakit untuk pertama kalinya adalah sunnah, dan selebihnya merupakan perbuatan yang baik".
 
            Abu Musa meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah orang yan tertawan".
 
            Rasulullah SAW juga bersabda, "Hak seorang Muslim terhadap Muslim lainnya ada enam". Beliau ditanya, "Apa ke-enam hal tersebut, wahai Rasulullah ?". Lantas Rasulullah SAW bersabda, "Jika kamu bertemu dengannya, maka ucap-kanlah salam untuknya. Apabila ia mengundangmu, penuhilah undangannya. Apabila ia meminta nasihat darimu, maka berilah ia nasihat. Apabila ia bersin lalu memuji Allah, berdoalah untuknya. Apabila ia sakit, membesuklah kepadanya. Dan jika ia meninggal dunia, maka ikutlah (untuk memakamkan jenazahnya)".
           
 
 
Fiqih Sunnah®

Rabu, 23 November 2011

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 22112011


AKHLAK YANG  UTAMA
 
Berdiam merupakan akhlak yang utama, dan barang siapa yang bergurau maka ia dianggapnenteng.    (Riwayat ad-Dailami melalui Anas r.a.)
 
Syarah/Penjelasan :
            Hadis ini banyak yang dilanggar, baik oleh para penceramah maupun oleh jama'ah, karena mereka menyenangi bergurau atau berkelakar. Bahkan para penceramah yang tidak bisa melucu dalam ceramahnya kurang mendapat perhatian, bahkan tidak jarang yang dibawa pulang oleh jama'ah justru lucunya bukan kajiannya. Hadis ini mengingatkan semua dengan menggunakan "As Shamtu", diam, maksudnya sedikit bicara kecuali yang penting saja merupakan akhlak seorang pemimpin. "Mazaha", bergurau, maksudnya banyak bicara yang tidak perlu. Maka hadis ini, barang siapa yang sedikit bicara, niscaya ia di hormati; dan barang siapa yang banyak bicara yang tidak perlu, maka ia akan dianggap remeh. Karena biasanya semakin banyak kita berbicara, kemungkinan kita salah berkata-kata lebih besar. Karena terkadang kita salah ucap atau sengaja menambahkan suatu informasi, atau bahkan tidak sering diantara kita malah hanya bercanda atau hanya bergurau atau bahkan hanya mengeluarkan kelakar-kelakar yang mubazir. Yang hanya bertujuan untuk membuat kelucuan atau mungkin kekonyolan untuk menarik perhatian orang lain. Dari pada kita melakukan seperti itu lebih baik kita diam. Dengan diam kemungkinan kita salah ucap tidak akan ada apalagi berkelakar. Diam itu lebih baik dari pada banyak bicara.
           
 
INDEKS Hadits & Syarah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 22112011


Kesabaran Para Nabi dalam Menghadapi
Penyiksaan Oleh Kaum Mereka
 
 
1168.  Bersumber dari Abdullah bin Mas'ud ra, ia mengatakan, "Sepertinya saya melihat Rasulullah SAW mengisahkan perihal seorang Nabi yang dipukul oleh kaumnya, lalu dia mengusap darah dari wajahnya sembari berdoa, 'Ya Rabbi, ampunilah kaumku itu; karena sejatinya mereka itu belum mengerti'"
(Muslim V : 179)
 
 
Tewasnya Abu Jahal
 
 
1169.  Berasal dari Anas bin Malik ra, ia mengatakan, "Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa (diantara kalian) yang mampu menyelidiki untuk kami apa saja yang telah diperbuat Abu Jahal ?'. Kemudian Ibnu Mas'ud berangkat, lalu dia mendapatkan Abu Jahal telah dipukul oleh dua anak Afra' hingga terkapar. Kemudian Ibnu Mas'ud memegang jenggot Abu Jahal sambil berkata, 'Kamu Abu Jahal ?'. Abu Jahal menjawab, 'Pantaskah orang yang ditokohkan dibunuh oleh kaumnya ?'. Rawi (*) berkata : Abu Mijlaz mengatakan bahwa Abu Jahal mengatakan, 'Sebaiknya  selain anak petani itu (petani dipandang rendah oleh bangsa Arab Jahiliyah) yang membunuhku ?'". (**)
            (Muslim V : 183-184)
 
 
            (*)         Ia adalah Amarah bin Walid sebagaimana yang terdapat dalam riwayat Bukhari.
 
(**)          Abu Jahal mengisyaratkan kepada kedua anak Afra'  yang membunuhnya,
kedua anak tersebut dari Anshar. Mereka adalah para petani dan pemilik pohon
kurma, maksudnya 'seandainya yang membunuhku bukan para petani, itu lebih
aku sukai dan aku tidak merasa terhina'.
 
 
 
 
Ringkasan Shahih Muslim®