Minggu, 04 November 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 30102012

HARAMNYA KEZHALIMAN DAN PERINTAH
UNTUK MENGEMBALIKAN HAK-HAK
ORANG YANG TERZHALIMI
 
( lanjutan ...................................     
Di antara tanda-tandanya juga adalah juga mata kanannya buta, sedangkan Allah Ta'ala tidaklah buta matanya, Allah Ta'ala memiliki sifat kesempurnaan, tidak ada kekurangan pada sifat-sifat-Nya pada sisi manapun. Adapun Dajjal, dia itu buta, mata kanannya seperti buah anggur yang berputar-putar, ini adalah tanda-tanda yang kongkret dan jelas, setiap orang pasti mengetahuinya. Jika ada yang mengatakan, jika ia memang memiliki tanda yang kongkret, maka bagaimana orang-orang dapat terfitnahdengannya? Kita katakan, sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya,
 
"Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman".  (QS. Yunus : 101)
           
Yaitu orang-orang yang disesatkan Allah, tidak ada manfaatnya bagi mereka tanda-tanda kesesatan sebagai peringatan, dan tanda-tanda petunjuk sebagai kabar gembira. Mereka tidak mengambil manfaat dari tanda-tanda Allah, begitu juga dari bukti-bukti keesaan dan ketuhanan-Nya, walaupun tanda-tanda itu jelas. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa tanda-tanda ini tidaklah samar bagi seseorang, dan beliau menjelaskan dalam hadits yang lain, jika Dajjal ini keluar, dan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam ada di antara mereka, beliau mengalahkannya (dengan bukti) tanpa bantuan umat, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam mengalahkannya, menyingkap penyimpangan dan kesesatannya, beliau bersabda, "Dan jika Dajjal keluar dan aku tidak ada bersama kalian, maka orang-orang yang akan menjadi pelindung jiwanya masing-masing dan Allahlah  pengganti diriku bagi tiap-tiap orang Muslim"[77]. Maka bertawakkallah kepada Allah.
 
[77].        Shahih Muslim (5228) dari hadits An-Nuas bin Sam'an Radhiyallahu Anhu.
 
( berlanjut ......................................
SyarahRiyadhus Shalihin®

Pembacaan Hadist Ba'da Maghrib 30102012

Menyalati Jenazah
( lanjutan ..................................
 
Lafal Doa yang Dibaca untuk Mayat
         
Lafal doa apapun yang ditujukan kepada mayat dipebolehkan. Meskipun demikian, kita dianjurkan untuk mengikuti doa yang diajarkan Rasulullah SAW., diantaranya adalah :
 
     Abu Hurairah berkata, doa yang dibaca Rasulullah SAW, saat shalat jenazah adalah :
 
       "Ya Allah, Engkaulah Tuhannya, Engkaulah yang menciptakannya, Engkaulah yang memberi petunjuk kepadanya pada Islam, Engkau pula yang mencabut ruhnya. Engkau Mahatahu apa yang dilakukan dengan rahasia dan terang-terangan, kami datang kepada-Mu dengan meminta pertolongan untuknya, ampunilah dosa-dosanya".  HR. Ahmad dan Abu Daud
 
     Dari Watsilah bin Asqa', ia berkata, Rasulullah SAW., melakukan shalat jenazah bersama kami untuk seorang dari kaum Muslimin. Dakam shalatnya, aku mendengar beliau membaca,
 
       "Ya Allah, sesungguhnya fulan bin fulan berada dalam penjagaan-Mu dan terikat dengan perjanjian-Mu, maka selamatkanlah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkaulah yang memenuhi dan janji dan hak, maka ampunilah ia, sayangilah ia, sesungguhnya Engaku Maha Pengampun dan Maha Penyayang".   HR. Ahmad dan Abu Daud
 
     Dari Auf bin Malik, ia berkat, saat Rasulullah SAW., shalat jenazah, aku mendengar beliau membaca,
 
       "Ya Allah ampunilah (dosanya), sayangilah dia, maafkanlah (kesalahannya), muliakan tempatnya, luaskan jalan masuknya, mandikan ia dengan air dan embun, bersihkan dirinya dari segala kesalahan sebagaimana baju putih yang telah dibersihkan dari segala kotoran, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, dan gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik dan gantilah pasangannya dengan pasangan yang lebih baik, juga selamatkanlah dari fitnah kubur dan sikasa neraka"
HR. Muslim
 
( berlanjut ..................................
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 29102012

HARAMNYA KEZHALIMAN DAN PERINTAH
UNTUK MENGEMBALIKAN HAK-HAK
ORANG YANG TERZHALIMI
 
( lanjutan ...................................     
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam berkhutbah pada haji wada' ini dihadapan orang-orang, beliau berkhutbah di Padang Arafah dan di Mina, beliau menyebutkan tentang Al-Masih Ad-Dajjal dan keadaannya sebagai hal (perkara) yang besar,  beliau memperingatakan dari Dajjal dengan peringatan yang sangat keras dan beliau juga melakukan hal ini  ketika di Madinah. Beliau menyebutkan Dajjal dan memperingatkan darinya dengan peringatan yang sangat keras sehingga para sahabat berkata, "Kami menyangka bahwa Dajjal itu ada sekarang di pelepah-pelepah kurma yakni sudah datang dan masuk, karena sangat kuatnya peringatan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam". Kemudian beliau mngabarkan bahwa tidak ada seorang nabipun (yang diutus Allah) kecuali ia memperingatkan Dajjal pada kaumnya. Setiap para nabi memperingatkan kaumnya dari Dajjal, menakut-nakuti kaumnya dari Dajjal dan mereka juga menjelaskan Dajjal adalah hal (perkara) yang besar pada kaumnya.
 
Sesungguhnya para nabi memperingatkan kaumnya tentang Dajjal meskipun Allah mengetahui bahwa keberadaan Dajjal itu hanya ada pada akhir dunia, ini dilakukannya supaya mereka memiliki perhatian dalam masalah ini, menjelaskan tentang bahayanya, dan semua agama memperingatkan tentangnya, karena Dajjal ini – semoga Allah melindungi kita semua dari fitnahnya dan semisalnya – datang kepada orang-orang, mengajak mereka untuk menyembahnya, dan berkata kepada mereka, "Sayalah tuhan kalian, jika kalian mau, saya akan perlihatkan kepada kalian bahwa aku adalah tuhan kalian, maka ia memerintahkan langit, ia berkata, "Hujanlah kamu", kemudian langitpun hujan, kemudian ia memerintahkan kepada bumi, "Tumbuhlah kamu", maka bumi pun tumbuh, jika mereka menentang perintahnya, maka ia perintahkan bumi agar menjadi tandus, dan memerintahkan langit agar tidak menurunkan hujan, sehingga jadilah manusia mengikutinya, tidak diragukan lagi bahwa hal ini merupakan bahaya yang sangat besar, terutama orang-orang yang berada di daerah pedalaman, mereka tidak mengerti kecuali hanya air dan rerumputan, maka orang-orang banyak yang mengikutinya, kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah. Namun demikian, Dajjal mempunyai tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang pendusta :
 
Di antaranya tertulis di antara kedua matanya lafazh Kaafir (kaaf, faa, raa) yang hanya bisa dibaca oleh orang-orang mukmin saja, walaupun ia tidak mengerti bacaan, dan sulit dibaca oleh orang kafir walaupun ia orang yang pandai membaca, karena tulisan ini bukan tulisan biasa, sesungguhnya ia adalah tulisan Ilahiyah dari Allah Ta'ala.
 
( berlanjut ......................................
SyarahRiyadhus Shalihin®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 30102012

Mengucapkan  Salam  Dalam  Shalat
 
310.   Bersumber dari 'Amir bin Sa'ad dari ayahnya, ia (Sa'ad) ra, berkata, "Aku pernah melihat Rasulullah SAW mengucapkan salam ke sebelah kanannya dan ke sebelah kirinya sampai aku melihat putih pipinya".
(Muslim II : 91)
 
Larangan Memberikan Isyarat Dengan Tangan dan
 Mengangkatnya Ketika Mengucapkan Salam
 
311.   Bersumber dari Jabir bin Samurah ra, ia berkat, "Apabila kami shalat bersama-sama Rasulullah SAW, kami mengucapkan, 'ASSALAA'ALAIKUM WA RAHMATULLAH (ke sebelah kanan) dan 'ASSALAA'ALAIKUM WA RAHMATULLAH (ke sebelah kiri)' sambil memberi isyarat dengan tangannya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Untuk apa kalian memberi isyarat dengan tangan kanan kalian?". Dalam riwayat yang lain (disebutkan), "Aku heran mengapa kalian mengangkat tangan seperti ekor kuda binal? Sesungguhnya bagi seorang di antara kalian sudah cukup meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian mengucapkan salam kepada saudaranya di sebelah kanannya dan di sebelah kirinya".
(Muslim II : 29-30)[1]
 
[1].          Benar tambahan wabarakatuh dalam salam yang pertama dalam hadits Wail bin Hujr dalam riwayat Abu Daud dan
Ibnu Mas'ud dalam riwayat ath-Thayalisi dan lainnya. Oleh karena itu, kita tidak perlu terkejut dengan apa yang
dalam syarah menurut Imam an-Nawawi, hal ini telah dishahihkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani.
 
Ringkasan Shahih Muslim®
 

Selasa, 30 Oktober 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 29102012

Menyalati Jenazah
 
( lanjutan ..................................
 
6.      Doa kepada mayat     
 
Para ahli fikih sepakat bahwa membaca doa kepada mayat merupakan rukun shalat jenazah. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah SAW, "Jika kalian melaksanakan shalat untuk mayat, maka berdoalah untuknya dengan ikhlas"
HR. Abu Daud, Baihaki dan Ibnu Hibban. Dia mengatakan bahwa hadits ini shahih.
           
Lafal Doa yang Dibaca untuk Mayat
         
Lafal doa apapun yang ditujukan kepada mayat dipebolehkan. Meskipun demikian, kita dianjurkan untuk mengikuti doa yang diajarkan Rasulullah SAW., diantaranya adalah :
 
     Abu Hurairah berkata, doa yang dibaca Rasulullah SAW, saat shalat jenazah adalah :
 
       "Ya Allah, Engkaulah Tuhannya, Engkaulah yang menciptakannya, Engkaulah yang memberi petunjuk kepadanya pada Islam, Engkau pula yang mencabut ruhnya. Engkau Mahatahu apa yang dilakukan dengan rahasia dan terang-terangan, kami datang kepada-Mu dengan meminta pertolongan untuknya, ampunilah dosa-dosanya".  HR. Ahmad dan Abu Daud   
 
( berlanjut ..................................
 
Fiqih Sunnah®