Kamis, 30 Agustus 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 27082012

Bolehnya  Mengangkat  Dua Orang Muadzdzin
 
193.    Bersumber dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu, ia berkata, "Rasulullah SAW mempunyai dua muadzdzin, yaitu Bilal dan Ibnu Ummi Maktum yang buta".
            (Muslim II : 3)
 
194.    Bersumber dari Aisyah radhiyallahu anha, ia mengatakan, "Adalah Ibnu Ummi Maktum biasa adzan untuk Rasulullah SAW, sedangkan ia buta".
            (Muslim II : 3)
 
Ringkasan Shahih Muslim®

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 27082012

N A S E H A T
 
( lanjutan..........
Yang terpenting adalah kewajiban seorang muslim untuk menasehati saudaranya, menampakkan kebaikan pada mereka, dan mengajak mereka untuk berbuat kebaikan sehingga terwujud apa yang dinamakan dengan persaudaraan seiman.
 
Adapun hadits-hadits yang berkenaan dengan masalah ini adalah :
 
185.    Dari Abu Ruqayah bin Aus Ad-Daari radhiyallahu anhu sesungguhnya Nabi SAW telah bersabda, "Agama itu nasehat". Kami berkata, "Bagi siapa ?" Beliau berkata, "Bagi Allah, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan pemimpin umat Islam dan umat Islam pada umumnya". (HR. Muslim)
 
PENJELASAN
 
            Penulis Rahimahullah menyebutkat tiga hadits dalam "Bab Nasehat", hadits yang pertama dari Tamim bin Aus Ad-Dari radhiyallahu anhu, sesungguhnya Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda, "Agama itu Nasehat", "Agama itu Nasehat", "Agama itu Nasehat", Beliau mengulanginya tiga kali agar pendengar dan orang yang diajak bicara memperhatikan dan menerima apa yang dikatakan Nabi SAW dengan penuh perhatian. Kami berkata, "Bagi siapa?" Beliau bersabda, "Bagi Allah, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan pemimpin umat Islam dan umat Islam pada umumnya". Jadi, ada lima hal yang menjadi objek nasehat.
           
            Nasehat kepada Allah Ta'ala  berarti ikhlas kepada Allah Ta'ala, menyembah-Nya dengan penuh cinta dan pengagungan . Karena Allah disembah oleh hamba-Nya dengan penuh kecintaan, lalu ia melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya untuk mencapai kecintaan-Nya dan mengagungkan-Nya, mencegah dari apa yang dilarang serta takut kepada-Nya.
 
            Termasuk juga dalam nasehat kepada Allah Ta'ala, hendaknya seseorang selalu ingat kepada Tuhannya, dengan hati, lisan dan anggota tubuhnya. Adapun hati, maka tidak ada batasan untuk mengingat-Nya, manusia mampu mengingat Allah dengan hatinya dalam setiap kondisi, dalam kesempatan yang ia mau, dari semua yang ia dengar, karena dalam setiap sesuatu ada ayat-ayat Allah yang menunjukkan keesaan, keagungan, dan kekuasaan-Nya. Berpikir tentang penciptaan langit dan bumi, berpikir tentang malam dan siang, berpikir tentang tanda-tanda kekuasaan Allah berupa matahari, bulan, bintang, gunung, pohon, hewan-hewan melata dan yang lainnya, semua itu diceritakan untuk mengingat Allah dalam hatinya.
 
( berlanjut ..........
 
SyarahRiyadhus Shalihin®

Rabu, 29 Agustus 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 27082012

Berobat  kepada  Dokter  Perempuan
 
Seorang lelaki boleh memberikan pengobatan kepada wanita, dan seorang wanita juga diperbolehkan memberi pengobatan kepada lelaki selama hal itu dalam keadaan darurat.
 
Imam bukhari berkata dalam bab, dipebolehkannya wanita mengobati lelaki dan lelaki mengobati wanita, bahwasanya Rubayyi binti Mua'wwidz bin Afra' berkata, "Kami ikut berperang bersama Rasulullah SAW., kami memberi minum kepada para tentara, memberi pelayanan kepada mereka dan membawa pasukan yang terbunuh atau terluka k Madinah".
(HR. Bukhari)
 
            Dalam kitab Fath al-Bari, Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata, "Mengobati orang yang bukan muhrim diperbolehkan dalam keadaan darurat. Namun diperbolehkannya melakukan pengobatan disesuaikan dengan kadar kebutuhan terhadap pasien, seperti melihat, menyentuh dan sebagainya".
 
Dalam kitab al-Adab asy-Sayar'iyyah, Ibnu Muflih berkata, "Apabila seorang perempuan sedang sakit dan tidak ada dokter yang dapat emngobatinya selain dokter laki-laki, maka dokter laki-laki tersebut boleh melihatnya sesuai dengan yang dibutuhkan, bahkan sampai pada alat kelamin sekalipun. Begitu pula dengan dokter perempuan yang sedang mengobati pasien laki-laki".
 
Ibnu Hamdan berkata, "Jika tidak didapati dokter kecuali perempuan, maka dokter perempuan ini diperbolehkan melihat pasiennya sesuai yang ia butuhkan termasuk alat kelamin dan anusnya".
 
Al-Qadhi berkata, "Dokter laki-laki boleh melihat aurat pasien perempuan ketika hal tersebut dibutuhkan, begitu pula sebaliknya".
 
Fiqih Sunnah®

Pembacaan Hadits Ba'da Shubuh 26082012

Menggenapkan Adzan dan Mengganjilkan Iqamah
 
192.    Bersumber dari Anas ra, ia mengatakan, "Bilal diperintahkan menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah". Yahya di dalam haditsnya yang bersumber dari Ibnu 'Ulayyah menambahkan, "Aku ceritakan hal itu kepada Ayyub, maka ia berkata, 'Kecuali iqamah (bacaan QAD QAAMATISHALAAH)'".
            (Muslim II : 2-3)
 
Ringkasan Shahih Muslim®
 

Pembacaan Hadits Ba'da Isya 26082012

N A S E H A T
 
            Allah Ta'ala berfirman,
 
"Sesungguhnya orang muslim itu bersaudara". (QS. Al-Hujurat : 10)
 
            Allah Ta'ala  berfirman mengabarkan tentang Nuh Alaihissalam,
 
"Dan aku memberi nasehata kepadamu". (QS. Al-A'raaf : 62)
 
            Dan tentang Hud Alaihissalam,
 
"Dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu". (QS. Al-A'raaf : 68)
           
PENJELASAN
 
            Penulis Rahimahullah berkata, "Bab Nasehat". Nasehat adalah memberikan arahan kepada orang lain. Nasehat berarti seseorang mencintai saudaranya dalam kebaikan, mengajaknya, menjelaskan padanya serta memotivasinya untuk melakukan hal itu. Nabi SAW menjadikan agama itu sebagai nasehat. Beliau bersabda, "Agama itu nasehat". Sebanyak tiga kali. Kemudian mereka berkata, "Bagi siapa ya Rasulullah ?" Beliau berkata, "Bagi Allah, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, pemimpin umat Islam dan mereka semua"[22]. Lawan dari nasehat adalah membuat makar, menipu, berkhianat dan berbuat kecurangan.
 
            Kemudian penulis menyebutkan tiga ayat dalam bab ini. Ayat pertama firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya orang muslim itu bersaudara". Jika kalimat ini ditetapkan dalam diri orang mukmin yakni jika persaudaraan di antara kaum muslimin terwujud, maka pastilah persaudaraan ini adalah buah dari nasehat. Kewajiban bagi orang mukmin, hendaklah menjadi sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Sesungguhnya orang muslim itu bersaudara" bahwasanya mereka bersaudara dalam agama, persaudaraan dalam agama itu lebih kuat daripada persaudaraan dalam nasab. Bahkan persaudaraan dalam nasab jika tanpa agama, maka tiadalah artinya. Karenanya, Allah Ta'ala, berkata kepada Nabi Nuh Alaihissalam,
 
"Sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar"
            (QS. Hud : 45)
 
"Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya  perbuatan yang tidak baik".
(QS. Hud : 46)
 
Adapun orang-orang mukmin, walaupun negeri mereka berjauhan, bahasa mereka berbeda, bagaimanapun juga mereka tetap bersaudara. Seorang saudara harus memberikan nasehat kepada saudaranya yang lain. Menyampaikan kebaikan untuknya, menjelaskannya serta mengajak berbuat kebaikan.
 
Adapun ayat yang kedua yaitu ucapan Nuh Alaihissalam, beliau adalah rasul yang pertama, beliau berkata kepada kaumnya ketika mengajak mereka agar beriman kepada Allah,
"Dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui".
            (QS. Al-A'raaf : 62)
 
            Yakni, "Aku tidak menipu kalian, aku bukanlah seorang penipu, bukan juga seorang penghianat tetapi aku adalah orang yang menasehati".
 
            Adapun ayat yang ketiga adalah firman Allah Ta'ala tentang Hud Alaihissalam,
 
            "Dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu".
(QS. Al-A'raaf : 68)
 
Yang terpenting adalah kewajiban seorang muslim untuk menasehati saudaranya, menampakkan kebaikan pada mereka, dan mengajak mereka untuk berbuat kebaikan sehingga terwujud apa yang dinamakan dengan persaudaraan seiman.
 
22.          Shahih Muslim (55)
 
SyarahRiyadhus Shalihin®