Kamis, 13 September 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Maghrib 05092012

KEMATIAN
 
Amal  Saleh  sebelum  Datangnya  Kematian  Merupakan Tanda
Khusnul  Khatimah
           
Imam Ahmad, Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Hibban meriwayatkan dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
 
            "Jika Allah menghendaki kebaikan kepada seorang hamba, maka Allah SWT akan memberi jalan kemudahan untuk melakukan sesuatu?" Beliau ditanya, "Bagaimana ia mendapatkan jalan kemudahan tersebut?"
 
Rasulullah menjawab,
            "Allah akan memberi pertolongan kepadanya untuk melakukan amal saleh sebelum kematiannya".
HR. Ahmad
 
Berbaik  Sangka  kepada  Allah  SWT
 
            Bagi orang yang sedang sakit, hendaknya ia selalu mengingat luasnya rahmat Allah SWT, dan terus berprasangka baik kepada Tuhannya. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang berasal dari Jabir ra. Ia berkata, tiga hari sebelum Rasulullah SAW wafat, aku mendengar beliau bersabda,
 
            "Janganlah salah seorang dari kalian meninggal dunia kecuali ia dalam keadaan berprasangka baik kepada Allah SWT".
HR. Muslim
 
            Hadits ini mengajarkan kepada kita agar selalu berpikir positif  dan mengharap ampunan Allah SWT, sehingga pada saat kita menghadap kepada-Nya, kita dalam keadaan melakukan sesuatu yang paling dicintai-Nya. Dialah Allah, Dzat yang Maha Penyayang, Maha Pemurah dan Maha Kasih. Allah SWT mencintai orang yang memohon ampunan dan selalu (mengharap kebaikan) dari-Nya. Dengan jelas Rasulullah bersabda,
 
            "Setiap orang akan dibangkitkan (dari alam kubur) dalam keadaan seperti ia meninggal".  Redaksi Imam Muslim
 
            Ibnu Majah dan Tirmidzi meriwayatkan sebuah hadits dengan sanand jayyid dari Anas ra., bahwasanya Rasulullah SAW menemui seseorang yang dalam keadaan sakratul maut. Rasulullah SAW bertanya kepadanya, "Bagaimana keadaanmu?" Lelaki itu menjawab, "Aku mengharap (rahmat) Allah SWT dan aku juga takut (atas siksanya)". Mendengar hal itu, Rasulullah SAW, lalu bersabda,
 
            "Tidaklah (harapan dan kecemasan) berkumpul dalam hati seorang hamba sebagaimana tempat ini kecuali Allah SWT,. mengabulkan apa yang diharapkannya dan memberi rasa aman dari apa yang ditakutinya"
HR. Tirmidzi
           
Fiqih Sunnah®

Tidak ada komentar: