Selasa, 16 Oktober 2012

Pembacaan Hadits Ba'da Isya' 12102012

DAHSYATNYA SIKSAAN BAGI ORANG YANG MEMERINTAHKAN  KEBAIKAN  DAN  MELARANG KEMUNGKARAN, TETAPI UCAPANNYA BERTENTANGAN DENGAN  PERBUATANNYA
 
( lanjutan ...................
Demikian juga seseorang yang memerintahkan orang lain untuk shalat, tetapi dirinya sendiri tidak shalat!! Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana memerintahkan untuk mengerjakan shalat, sedangkan ia tahu bahwa shalat itu baik, kemudian ia tidak melaksanakannya? Apakah ini masuk akal?. Tidak masuk akal kalau ia itu beragama, karena hal itu bertentangan dengan akal sehat, merupakan kebodohan dalam agama.  Kita mohon keselamatan kepada Allah.
 
Allah Ta'ala berfirman,
 
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan".  (QS. Ash-Shaff : 2-3)
 
            "Hai orang-orang yang beriman", Allah berbicara kepada mereka dengan keimanan, karena menurut keimanan, bahwa seseorang tidak boleh melakukan hal ini, jangan mengatakan sesuatu yang tidak dilakukannya, kemudian Allah menjelekkan mereka dengan firman-Nya " ........Kenapa mereka mengatakan sesuatu yang mereka tidak lakukan". Kemudian dijelaskan bahwa perbuatan ini dibenci oleh Allah, sangat dimurkai-Nya, Dia berfirman, " ......Adalah dosa yang besar di sisi Allah, bahwa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan", lafazh Al-Maqt, para ulama mengatakannya sebagai kebencian yang sangat dari Allah. Allah sangat membenci seseorang yang melakukan hal ini, mengatakan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Allah Ta'ala menjelaskan kepada hamba-Nya, bahwa yang demikian itu merupakan hal yang dimurkai-Nya, agar mereka menjauhinya. Karena orang mukmin yang benar, mereka akan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.
 
            Allah berfirman tentang Syu'aib,
 
"Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya". (QS. Hud : 88)
 
            Sesungguhnya beliau berkata kepada kaumnya, "Tidak mungkin bagiku untuk melarang kalian dari kesyirikan, melarang kalian dari mengurangi timbangan dan takaran sedangkan aku melakukannya juga, tidak akan mungkin selamanya, karena para Rasul Alaihimussalam, mereka orang yang paling banyak menasehati dalam kebenaran, mereka orang yang paling memuliakan Allah, paling melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya, tidak mungkin mereka menyelisihi apa yang mereka larang dengan mengerjakannya".
 
            Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan apa yang Dia larang atau meninggalkan apa yang Dia perintahkan, berarti bertentangan dengan jalannya para Rasul, karena tidak mungkin mereka menyelisihi apa yang mereka larang kepada orang-orang. Akan datang beberapa hadits – Insya Allah – yang menjelaskan tentang orang yang meninggalkan apa yang diperintahkan dan melakukan apa yang dilarang.
m
( berlanjut ................
SyarahRiyadhus Shalihin®

Tidak ada komentar: